Friday, 25 October 2013

Corporate Social Responsibility



1.      Teori
Tanggung jawab Sosial Perusahaan atau Corporate Social Responsibility adalah suatu konsep bahwa organisasi, khususnya (namun bukan hanya) perusahaan adalah memiliki berbagai bentuk tanggung jawab terhadap seluruh pemangku kepentingannya, yang di antaranya adalah konsumen, karyawan, pemegang saham, komunitas dan lingkungan dalam segala aspek operasional perusahaan yang mencakup aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan.
Menurut World Business Council for sustainable development CSR adalah komitmen berkesinambungan dari kalangan bisnis untuk berperilaku etis dan memberi kontribusi bagi pembangunan ekonomi, seraya meningkatkan kualitas kehidupan karyawan dan keluarganya, serta komunitas lokal dan masyarakat luas pada umumnya.
Menurut  Commision of the European Communities CSR yaitu Tanggung jawab sosial perusahaan pada dasarnya adalah sebuah konsep dimana perusahaan memutuskan secara suka rela untuk memberikan kontribusi demi mewujudkan masyarakat yang lebih baik dan lingkungan yang lebih bersih.
Menurut  Ethics in Action Awards, corporate social responsibility (CSR) adalah istilah yang menjelaskan tentang kewajiban perusahaan yang harus dipertanggungjawabkan kepada para pihak yang  berkepentingan.
Menurut Khourey; corporate social responsibility (CSR) adalah keseluruhan hubungan antara perusahaan dengan pihak yang berkepentingan(Stakeholders).
dari beberapa definisi CSR menurut para ahli, dapat disimpulkan bahwa CSR adalah bentuk tanggung jawab perusahaan terhadap pihak berkepentingan dan kontribusi terhadap masyarakat dalam segala aspek, baik ekonomi, sosial, dan lingkungan.
2.      Kasus/Artikel
Secara konseptual, CSR adalah sebuah pendekatan dimana perusahaan mengintegrasikan kepedulian sosial dalam operasi bisnis mereka dan dalam interaksi mereka dengan para pemangku kepentingan berdasarkan prinsip kesukarelaan dan kemitraan. Artinya pihak perusahaan harus melihat jika CSR bukan program pemaksaan tapi bentuk rasa kesetiakawanan terhadap sesama umat manusia, yaitu membantu melepaskan pihak – pihak dari berbagai kesulitan yang mendera mereka dan efeknya nanti bagi perusahaan itu juga (Nuryana 2005).
Dengan demikian maka masalahnya adalah apa itu Corporate Social Responsiblity, manfaat bagi masyarakat dan keuntungan bagi perushaan dan contoh dari perusahaan yang menerapkan CSR secara detail dalam penulisan kali ini yang diangkat adalah perusahaan TV ONE.

3.      Analisis
“Corporate Social Responsibility adalah komitmen perusahaan untuk meningkatkan kesejahteraan komunitas melalui praktik bisnis yang baik dan mengkontribusikan sebagian sumber daya perusahaan” (Kotler & Nancy, 2005,p.4)
CSR Forum mendefinikan Corporate Social Responsibility sebagai bisnis yang dilakukan secara transparan dan terbuka serta berdasarkan pada nilai-nilai moral dan menjunjung tinggi rasa hormat kepada karyawan, komunitas dan lingkungan (Wibisono, 2007, p.8).
Jadi, dapat kita simpulkan bahwa Corporate Social Responsibility adalah komitmen perusahaan untuk memberikan kontribusi jangka panjang terhadap satu issue tertentu di masyarakat atau lingkungan untuk dapat menciptakan lingkungan yang lebih baik. Kontribusi dari perusahaan ini bisa berupa banyak hal, misalnya : bantuan dana, bantuan tenaga ahli dari perusahaan, bantuan berupa barang, dll. Di sini perlu dibedakan antara program Corporate Social Responsibility dengan kegiatan charity. Kegiatan charity hanya berlangsung sekali atau sementara waktu dan biasanya justru menimbulkan ketergantungan publik terhadap perusahaan. Sementara, program Corporate Social Responsibility merupakan program yang berkelanjutan dan bertujuan untuk menciptakan kemandirian public (“Paradigma Baru CSR” Oktober 2006).
Philip Kotler dan Nancy Lee (2005) juga mengatakan bahwa Corporate Social Responsibility memiliki kemampuan untuk meningkatkan citra perusahaan karena jika perusahaan menjalankan tata kelola bisnisnya dengan baik dan mengikuti peraturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah maka pemerintah dan masyarakat akan memberikan keleluasaan bagi perusahaan tersebut untuk beroperasi di wilayah mereka. Citra positif ini akan menjadi asset yang sangat berharga bagi perusahaan dalam menjaga keberlangsungan hidupnya saat mengalami krisis.
Contoh implementasi CSR di Indonesia Ketika Gempa di Sumatera Barat terjadi beberapa tahun lalu. Banyak perusahaan baik dari dalam dan luar negeri datang dan memberikan bantuan. Bantuan yang mereka berikan berbagai macam bentuknya, ada yang memerikan bantuan berupa minuman, pakaian, dan makanan ringan. Mereka yang memberi tidak terhitung jumlahnya. Namun, dari semua pemberi bantuan itu, ada sebuah perusahaan yang mencolok. Perusahaan itu adalah TV ONE. Dikatakan mencolok karena proses pemberian bantuan TV ONE ini diluput media secara besar-besaran. Ditempat terjadinya pemberian bantuan itu diadakan pesta besar-besaran dan menjadi pusat perhatian.
Bantuan TV ONE diberikan pada beberapa SD disekitaran pantai Pariaman. Bantuan yang diberikan itu berupa uang untuk renovasi ruang kelas beasiswa kepada siswa yang tidak mampu dan pembangunan sekolah yang runtuh. Meski jumlah biaya yang dikeluarkan tidak jelas namun dari jenis bantuannya yang kasat mata dapat diperkiraan jumlah bantuannya sampai Miliaran rupiah. Bantuan TV ONE untuk rakyat Sumatera Barat itu hingga saat ini .masih dapat kita saksikan, berupa SD-SD dengan cat dinding warna merah menyala. Hal itu jelas berbeda dengan SD lain yang biasanya berdinding warna putih merah. Bantuan ini merupakan salah satu contoh penerapan CSR  di Indonesia.

4.      Referensi



Thursday, 10 October 2013

Teori Etika Utilitarianisme

1.      Teori
Teori Etika Utilitarianisme adalah tentang bagaimana menilai baik buruknya suatu kebijaksanaan sosial politik, ekonomi dan legal secara moral. Dalam etika  utilitarianisme, manfaat dan kerugian selalu dikaitkan dengan semua orang yang terkait, sehingga analisi keuntungan dan kerugian tidak lagi semata-mata tertuju langsung pada keuntungan bagi perusahaan.
Menurut (Rakhmat, 2004: 54) utilitarianisme merupakan pandangan hidup bukan teori tentang wacana moral. Moralitas dengan demikian adalah seni bagi kebahagiaan individu dan sosial. Dan kebahagiaan atau kesejahteraan pemuasan secara harmonis atas hasrat-hasrat individu (Aiken, 2002: 177-178)
Menurut (Mangunhardjo, 2000: 228). Secara terminology utilitarianisme merupakan suatu paham etis yang berpendapat bahwa yang baik adalah yang berguna, berfaedah, dan menguntungkan. Sebaliknya, yang jahat atau buruk adalah yang tidak bermanfaat, tak berfaedah, merugikan. Karena itu, baik buruknya perilaku dan perbuatan ditetapkan dari segi berguna, berfaedah, dan menguntungkan atau tidak.
Menurut (Shomali, 2005: 11), Utilitarianisme terkadang disebut dengan Teori Kebahagiaan Terbesar yang mengajarkan tiap manusia untuk meraih kebahagiaan (kenikmatan) terbesar untuk orang terbanyak. Karena, kenikmatan adalah satu-satunya kebaikan intrinsik, dan penderitaan adalah satu-satunya kejahatan intrinsik. Oleh karena itu, sesuatu yang paling utama bagi manusia menurut Betham adalah bahwa kita harus bertindak sedemikian rupa sehingga menghasilkan akibat-akibat baik sebanyak mungkin dan sedapat dapatnya mengelakan akibat-akibat buruk. Karena kebahagianlah yang baik dan penderitaanlah yang buruk.
Kebahagiaan tercapai jika ia memiliki kesenangan dan bebas dari kesusahan. Suatu perbuatan dapat dinilai baik atau buruk sejauh dapat meningkatkan atau mengurangi kebahagiaan sebanyak mungkin orang. Prinsip kegunaan harus diterapkan secara kuantitatif, karena kualitas kesenangan selalu sama sedangkan aspek kuantitasnya dapat berbeda-beda.


2.      Kasus/Artikel
Teori utilitarian mengatakan bahwa suatu kegiatan bisnis adalah baik dilakukan jika bisa memberikan manfaat dan menguntungkan kepada konsumen atau masyarakat.
Seperti pada daerah kost-kostan di pinang banyak sekali usaha-usaha seperti warung makan namun cuma ada satu usaha yang menjual jus. Dengan adanya penjual jus tersebut maka manfaat yang akan diperoleh sangat banyak.

3.      Analisis
Menurut teori utilitarian adalah suatu kegiatan bisnis yang berguna, bermanfaat, berfaedah, atau menguntungkan.
Salah satu usaha didekat Kostan saya yang sangat memberikan manfaat bagi masyarakat di lingkungan saya adalah warung yang bernama Dewi Juice. Warung ini menyediakan berbagai macam jus buah dan puding. Warung juice di sekitar kostan saya cuma satu, ini menunjukkan bahwa adanya warung juice ini memberikan manfaat pada lingkungan sekitar. Selain pembeli diwarung juice tersebut sangat banyak.
Berdasarkan pernyataan diatas dapat disimpulkan bahwa adanya warung juice tersebut sangat bermanfaat bagi masyarakat dilingkungan sekitar.

4.       Referensi




Saturday, 5 October 2013

Penjelasan Mengenai Adat Istiadat dalam Keluarga Saya (Tugas Softskill Etika Bisnis)

1. Teori
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, adat didefinisikan sebagai aturan (perbuatan) yang lazim diturut atau dilakukan sejak dahulu kala. Adat adalah wujud gagasan kebudayaan yang terdiri atas nilai-nilai budaya, norma, hukum, dan aturan-aturan yang satu dengan yang lainnya berkaitan menjadi satu sistem atau kesatuan. Sementara istiadat didefinisikan sebagai adat kebiasaan. Dengan demikian, adat istiadat adalah himpunan kaidah-kaidah sosial yang sejak lama ada dan telah menjadi kebiasaan (tradisi) dalam masyarakat.
Menurut Soleman B. Taneko (1987) adat istiadat dalam ilmu hukum ada perbedaan antara adat istiadat dan hukum adat. Suatu adat istiadat yang hidup (menjadi tradisi) dalam masyarakat dapat berubah dan diakui sebagai peraturan hukum (hukum adat).
Sedangkan menurut Mohammad Daud Ali (1999) Adat-istiadat adalah segala dalil dan ajaran mengenai bagaimana orang bertingkah-laku dalam masyarakat. Rumusan-nya sangat abstrak, karena itu memerlukan usaha untuk memahami dan merincinya lebih lanjut. Adat dalam pengertian ini berfungsi sebagai dasar pembanguan hukum adat positif  yang lain. Adat istiadat yang lebih nyata yang menjadi kebutuhan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
Jadi berdasarkan pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa adat istiadat adalah Segala aturan, ketentuan, tindakan, dsb yang menjadi kebiasaan secara turun temurun.
Batak merupakan salah satu suku bangsa di Indonesia. Nama ini merupakan sebuah tema kolektif untuk mengidentifikasikan beberapa suku bangsa yang bermukim dan berasal dari Tapanuli dan Sumatera Timur, di Sumatera Utara. Suku bangsa yang dikategorikan sebagai Batak adalah: Batak Toba, Batak Karo, Batak Pakpak, Batak Simalungun, Batak Angkola, dan Batak Mandailing.
Suku Batak dikenal dengan banyaknya marga yang diambil dari garis keturunan laki-laki. Garis keturunan tersebut akan diteruskan kepada keturunan selanjutnya. Marga tersebut menjadi simbol bagi keluarga Batak

2.  Kasus/Artikel
Atas dasar teori yang ada maka masalah dirumuskan adalah Bagaimana adat dan istiadat yang berlaku dikeluarga saya

3.  Analisis
Di dalam adat Batak terdapat aturan-aturan atau perintah-perintah yang disebut patik. Patik berfungsi sebagai batasan tatanan kehidupan untuk mencapai nilai-nilai kebenaran. Patik ditandai dengan kata unang, tongka, sotung, dang jadi. Untuk menghindari penyimpangan tatanan kehidupan yang dimaksud dibuatlah uhum atau hukum. Uhum ditandai oleh kata aut, suru, baliksa, hinorhon, laos, tolon, bura, dan sebagainya. Peringatan untuk tidak melanggar patik itu ditegaskan dengan kata sotung. Dan mengharamkan segala aturan untuk dilanggar dinyatakan dengan kata subang.
Suku Batak mempunyai sistem kekerabatan yang dikenal dan hidup hingga kini yakni partuturon. Setiap orang dari suku Batak mempunyai nama Marga/Family yang menunjukkan garis keturunannya terhadap Si Raja Batak dan anggota masyarakat Batak lainnya. Budaya Batak juga mengatur hubungan seseorang dengan orang lain, bagaimana cara memanggil dan menghormatinya. Dasar utama hubungan seseorang dengan lainnya disebut Dalihan Na Tolu atau Tungku Yang Tiga, yaitu pola kekerabatan dengan teman semarga, kakak beradik seibu, dan keluarga dari pihak istri. Orang Batak memelihara dan mengingat silsilahnya terhadap leluhur marganya dan hubungannya dengan saudara-saudara marganya. Untuk memudahkan mencari hubungan dengan saudara semarganya, maka orang Batak menomori generasinya terhadap leluhur pertama marganya. Misalnya, marga Nababan nomor 19 adalah generasi ke 19 dari Nababan yang pertama; anak ketiga dari marga Sihombing; saudara-saudaranya adalah marga Silaban, Lumbantoruan dan Hutasoit. Sihombing bersaudara dengan Simamora; keturunan dari Toga Sumba. Toga Sumba keturunan dari Tuan Sorimangaraja yang merupakan keturunan dari Raja Isumbaon, anak kedua dari Si Raja Batak.
Pada umumnya orang Batak sangat kuat menjaga kekerabatan ini dan memegang adat budayanya meskipun sudah merantau jauh dari kampungnya. Sebagai contoh, sampai sekarang orang Batak masih memegang aturan tidak boleh menikah dengan saudara semarga atau bahkan satu rumpun marga. Misalnya, dari keturunan Parsadaan Nai Ambaton (PARNA) yang terdiri dari 54 marga, tidak boleh menikah satu dengan lainnya. Demikian pula penyelenggaraan upacara-upacara adat, tetap dilakukan di perantauan meskipun sudah mulai sedikit disederhanakan untuk memperkecil biaya dan waktu. Kuatnya memegang adat ini adalah wujud dari kebanggaan orang Batak pada budayanya yang tentu saja sangat mempengaruhi perilaku kehidupannya sehari-hari. Di samping itu juga karena adanya sanksi jika mereka melanggar adat-adat tertentu. Misalnya, orang Batak akan dikucilkan jika menikah dengan orang semarga. Ini merupakan sanksi hukum adat yang berlaku dalam budaya Batak.
Bangsa Batak memiliki sistem kepercayaannya sendiri, terutama di daerah pedesaan masih mempertahankan sistem religi atau kepercayaan tersbeut. Orang batak memiliki konsepsi, bahwa alam semesta beserta isinya diciptakan oleh Debeta Mula Jadi Na Balon. Ia bertempat tinggal di atas langit dan mempunyai nama-nama sesuai dengan tugas dan kedudukannya. Namun, saat ini agama yang mendominasi bangsa Batak adalah Islam dan Kristen. Tetapi agama Kristen merupakan agama mayoritas suku Batak saat ini.
Meskipun orang batak sudah memiliki agama, sebagai contoh misalnya dikeluarga saya yang beragama kristen jika seseorang meninggal maka diadakan upacara secara gerejawi/kritiani namun  upacara adat juga akan dilaksanakan begitu pula dengan acara kelahiran maupun pernikahan dimana salah syarat yang harus dilakukan adalah mengenakan ulos. Dan masih memegang aturan tidak boleh menikah dengan saudara semarga atau bahkan satu rumpun marga.
4. Referensi

Thursday, 30 May 2013

Resensi Artikel

1.1.Data Publikasi
a.       Judul                     : Periode Terpanas Bumi dalam 1.400 Tahun
b.      Penulis                   : Yunanto Wiji Utomo
c.       Penerbit                 : Kompas.com
d.      No/Tanggal           : 1/Senin, 22 April 2013
e.       No Hal                  : 2 Halaman
f.       Tema                     : Sains

1.2.Sinopsis/Ringkasan
Bumi sebenarnya sedang dalam masa pendinginan hingga akhir abad ke-19. Namun, seratus tahun lagi, di abad ke-20, suhu Bumi mengalami peningkatan hingga menjadi yang terpanas dalam periode 1.400 tahun terakhir.
Fakta tersebut terungkap dari hasil penelitian yang dikoordinasikan oleh Past Global Changes (Pages) 2K Network. Hasil penelitian ini dipublikasikan di jurnal Nature Geoscience pada Minggu (21/4/2013).
Penelitian ini memberikan gambaran bahwa kenaikan dan penurunan suhu Bumi bukan hanya oleh sebab alam. Penurunan sebesar 0,1-0,3 derajat celsius per seribu tahun yang terjadi berbalik menjadi pemanasan pada akhir abad ke-19 hingga abad ke-20.
Penelitian sebelumnya mengungkap bahwa pemanasan pada abad ke-20 terkait dengan gas rumah kaca dari bahan bakar. Pemanasan terus terjadi hingga tahun 1970 seiring dengan level karbon dioksida yang ikut meningkat.

3.3. Keunggulan
Keunggulan dalam artikel ini adalah dapat menjelas bagaimana penurunan dan peningkatan suhu di bumi dan faktor apa saja yang menyebabkan peningkatan suhu bumi.

4.4. Kelemahan
Kelemahan dari artikel ini adalah tidak didukung oleh data-data yang lengkap misalnya dampak pemingkatan dana penurunan suhu di bumi dan bagaimana cara mengatasinya.

5.5. Pendapat Akhir/ Saran

Saran dari penulis adalah hendak kita lebih memperhatikan kelestarian lingkungan dengan penanaman pohon kembali, penggunaan bahan bakar yang efektif sehingga dapat mengurangi dampak pemanasan global.

Monday, 22 April 2013

Karya Tulis : Periode Terpanas Bumi dalam 1.400 Tahun

Penelitian mengungkap, di abad ke-20, temperatur Bumi secara global 0,4 derajat celsius lebih tinggi dari 500 tahun sebelumnya, Fakta tersebut terungkap dari hasil penelitian yang dikoordinasikan oleh Past Global Changes (Pages) 2K Network. Maka itu berikut saya menulis sebuah karya tulis, mengenai hal tersebut silahkan Klik Disini untuk membaca selanjutnya.

Monday, 18 March 2013

PERBAIKAN KALIMAT

Sneijder: Waspadalah, Mourinho
Sumber : Marca 

Editor : Tjatur Wiharyo
Senin, 18 Maret 2013 | 17:25 WIB

ISTANBUL, KOMPAS.com - Undian 16 besar Liga Champions mempertemukan Real Madrid dan Galatasaray. Dua orang yang pernah meraih sukses bersama di Inter Milan akan berdiri berhadapan pada pertemuan itu, yaitu gelandang Galatasaray Wesley Sneijder, dan pelatih Madrid, Jose Mourinho.


Sneijder mengaku gembira mendapatkan kesempatan bertemu kembali dengan Mourinho. Namun, ia mengingatkan Mourinho, bahwa ia tampil pada laga itu untuk membawa Galatasaray menang.



"Sangat menyenangkan melihat Mourinho kembali. Kami pernah bersama-sama mengalami sejumlah momen indah bersama, misalnya memenangi final Liga Champions melawan Bayern Muenchen. Aku sudah lama tak mendapatkan kesempatan bertemu dengannya dan aku senang kesempatan itu datang sekarang. Aku menyampaikan pesan kepadanya: waspadalah," ujar Sneijder.


Mourinho dan Sneijder hanya bekerja sama selama semusim di Inter Milan, yaitu pada musim 2009-2010. Setelah itu, sementara Mourinho pindah ke Madrid, Sneijder bertahan hingga dilepas ke Galatasaray pada Januari 2013.


Pada masa-masa terakhir di Inter, Sneijder dicadangkan. Menurut pemberitaan di Italia, itu karena ia menolak proposal kontrak baru Inter, yang secara finansial nilainya di bawah kontrak lama. Karena penolakan itu juga, Sneijder dijual.



"Aku senang dengan performaku sekarang. Aku selalu mengalami peningkatan. Sekarang aku akan bergabung dengan tim nasional (Belanda). Aku adalah kapten dan aku bangga dan gembira kembali bergabung (dengan timnas)," ulas Sneijder.



"Performaku menurun karena tak bermain selama beberapa waktu. Tak mencetak gol bukan masalah untukku. Wesley yang sesungguhnya berada di jalur yang tepat untuk menunjukkan kemampuan yang sesungguhnya," tandasnya.


Pembenaran Kalimatnya :

Pernyataan yang salah :

  1. Aku sudah lama tak mendapatkan kesempatan bertemu dengannya dan aku senang kesempatan itu datang sekarang.
  2. Mourinho dan Sneijder hanya bekerja sama selama semusim di Inter Milan, yaitu pada musim 2009-2010.
  3.  Setelah itu, sementara Mourinho pindah ke Madrid, Sneijder bertahan hingga dilepas ke Galatasaray pada Januari 2013
  4. Aku senang dengan performaku sekarang. Aku selalu mengalami peningkatan. Sekarang aku akan bergabung dengan tim nasional (Belanda).
  5. Aku adalah kapten dan aku bangga dan gembira kembali bergabung (dengan timnas)," ulas Sneijder
  6. Performaku menurun karena tak bermain selama beberapa waktu.
  7. Tak mencetak gol bukan masalah untukku. Wesley yang sesungguhnya berada di jalur yang tepat untuk menunjukkan kemampuan yang sesungguhnya," tandasnya.


Pernyataan yang benar :

  1. Aku sudah lama tidak mendapatkan kesempatan bertemu dengannya dan aku senang kesempatan itu datang sekarang.
  2. Mourinho dan Sneijder bekerja sama selama semusim di Inter Milan, yaitu pada musim 2009-2010.
  3. Setelah itu, Mourinho pindah ke Madrid, Sneijder bertahan hingga dilepas ke Galatasaray pada Januari 2013.
  4. Aku senang dengan penampilanku sekarang. Aku selalu mengalami peningkatan. Sekarang aku akan bergabung dengan tim nasional (Belanda).
  5. Aku adalah kapten, aku bangga dan gembira kembali bergabung (dengan timnas)," kata Sneijder.
  6. Performaku menurun karena tidak bermain selama beberapa waktu.
  7. Tidak mencetak gol bukan masalah untukku. Wesley yang sesungguhnya berada di jalur yang tepat untuk menunjukkan kemampuan yang sesungguhnya," ujarnya.


Monday, 21 January 2013

Perilaku Konsumen Dalam Membeli Smartphone Secara Kredit



ABSTRAK

Seiring berjalannya waktu tingkat pertumbuhan penduduk terus mengalami peningkatan. Hal ini juga sejalan dengan kebutuhan masyarakat akan smartphone. Yaitu bahwa kebutuhan akan telepon smartphone. Disatu sisi hal ini akan mengakibatkan persaingan harga dikalangan produsen smartphone tetapi  persaingan tersebut tidak sebanding dengan peningkatan dari jumlah pendapatan konsumen, alias daya beli konsumen. Maka dari itu timbulah yang namanya pembelian secara kredit. banyak badan usaha dari pihak swasta yang menawarkan kredit barang elektronik.
            Pada dasarnya Pihak swasta atau leasing adalah suatu fasilitas kredit yang memudahkan masyarakat untuk memiliki barang elektronik yang mereka inginkan.

1. Pendahuluan
1.1 Latar Belakang Masalah
Lembaga riset Growth for Knowledge (GfK) memproyeksikan pertumbuhan penjualan smartphone mencatat, total penjualan ponsel selama Januari - November 2012 di Indonesia mencapai 39,2 juta unit. Sekitar 10 juta unit adalah smartphone, harga rata-rata smartphone tahun ini sudah turun. Menjadi Rp 2,57 juta dari Rp 2,63 juta tahun lalu. Merek telepon seluler yang beredar di pasar saat ini 43 merek dengan perincian 15 merek global dan 28 merek lokal. Namun sekitar 98% smartphone global masih menguasai pasar. Smartphone lokal cuma mengempit 2% pangsa pasar saja.

1.2 Tujuan Penelitian
            Tujuan penelitaian ini adalah (1) Mengetahui sejauh mana minat konsumen dalam membeli sebuah smartphone secara kredit (2) Mengetahui Faktor apa saja yang mempengaruhi perilaku konsumen (3) Mengetahui Metode apa saja yang digunakan dalam perilaku konsumen.



2. Tinjauan Pustaka
2.1 Pengertian perilaku konsumen
Menurut Engel et al. (1994 : 3) adalah tindakan yang langsung terlibat dalam mendapatkan, mengkonsumsi, dan menghabiskan produk dan jasa, termasuk proses yang mendahului dan menyusul dari tindakan ini.
Mowen (1990 : 5) mengatakan bahwa perilaku konsumen adalah studi unit-unit dan proses pembuatan keputusan yang terlibat dalam menerima, menggunakan dan penentuan barang, jasa, dan ide. Difinisi tersebut menggunakan istilah unit-unit pembuat keputusan, karena keputusan bisa dibuat oleh individu atau kelompok. Difinisi tersebut juga mengatakan bahwa konsumsi adalah proses yang diawali dengan penerimaan, konsumsi, dan diakhiri dengan penentuan (disposition). Tahap penerimaan menganalisa faktor-faktor yang mempengaruhi pilihan konsumen terhadap produk, tahap konsumsi menganalisa bagaimana konsumen senyatanya menggunakan produk yang diperoleh. Tahap penentuan menunjukkan apa yang dilakukan konsumen setelah selesai menggunakan produk tersebut.

2.2 Pendekatan dalam meneliti perilaku konsumen
Terdapat tiga pendekatan utama dalam meneliti perilaku konsumen. Pendekatan pertama adalah pendekatan interpretif. Pendekatan ini menggali secara mendalam perilaku konsumsi dan hal yang mendasarinya. Studi dilakukan dengan melalui wawancara panjang dan focus group discussion untuk memahami apa makna sebuah produk dan jasa bagi konsumen dan apa yang dirasakan dan dialami konsumen ketika membeli dan menggunakannya.
Pendekatan ke dua adalah pendekatan tradisional yang didasari pada teori dan metode dari ilmu psikologi kognitif, sosial, dan behaviorial serta dari ilmu sosiologi. Pendekatan ini bertujuan mengembangkan teori dan metode untuk menjelaskan perilaku dan pembuatan keputusan konsumen. Studi dilakukan melalui eksperimen dan survei untuk menguji coba teori dan mencari pemahaman tentang bagaimana seorang konsumen memproses informasi, membuat keputusan, serta pengaruh lingkungan sosial terhadap perilaku konsumen.
Pendekatan ke tiga disebut sebagai sains pemasaran yang didasari pada teori dan metode dari ilmu ekonomi dan statistika. Pendekatan ini dilakukan dengan mengembangkan dan menguji coba model matematika berdasarkan hierarki kebutuhan manusia menurut Abraham Maslow untuk memprediksi pengaruh strategi marketing terhadap pilihan dan pola konsumsi, yang dikenal dengan sebutan moving rate analysis.
Ketiga pendekatan sama-sama memiliki nilai dan tinggi dan memberikan pemahaman atas perilaku konsumen dan strategi marketing dari sudut pandang dan tingkatan analisis yang berbeda. Sebuah perusahaan dapat saja menggunakan salah satu atau seluruh pendekatan, tergantung permasalahan yang dihadapi perusahaan tersebut
3. Metodologi Penelitian
Data atau sumber penelitian diambil dari data yang telah ada ( data sekunder )

4. Pembahasan
Keputusan konsumen untuk melakukan pembelian secara kredit bisa terjadi akibat faktor biaya maupun pengaruh dari penjual. Pengaruh dari penjual sendiri biasanya terjadi ketika konsumen sudah punya cukup uang untuk melakukan pembelian. Tetapi penjual dengan segala bujuk rayunya mengusahakan konsumen melakukan secara kredit. Faktor biaya, faktor ini adalah faktor yang menjadi hal utama konsumen melakukan pembelian secara kredit. Selain itu ada juga konsumen yang memang tergolong memiliki pendapatan yang cukup untuk melakukan pembelian secara tunai, tetapi memilih kredit karena ada kebutuhan lain yang harus di penuhi. Terkait dengan biaya maka kebanyakan konsumen melakukan pembelian secara kredit adalah konsumen yang tergolong mempunyai pendapatan kelas menengah.
Berdasarkan landasan teori, ada dua faktor dasar yang mempengaruhi perilaku konsumen dibedakan menjadi 2 bagian yaitu faktor-faktor yang berasal dari dalam diri pribadi seorang konsumen dan faktor-faktor yang berasal dari lingkungan sekitar seorang konsumen. Adapun yang mempengaruhi faktor-faktor perilaku konsumen antara lain, kekuatan social budaya terdiri dari factor budaya, tingkat social, kelompok anutan ( small reference groups) dan keluarga. Sedangkan kekuatan psikologis terdiri dari pengalaman belajar, kepribadian, sikap dan keyakinan.Menganalisis perilaku konsumen akan berhasil apabila kita dapat memahami aspek-aspek psikologis manusia secara keseluruhan. Perilaku konsumen adalah proses dan aktivitas ketika seseorang berhubungan dengan pencarian, pemilihan, pembelian, penggunaan serta pengevaluasian produk dan jasa demi memenuhi kebutuhan dan keinginan.



5. Kesimpulan
perilaku konsumen yang dilakukan individu maupun kelompok yang berhubungan dengan proses pengambilan keputusan dalam mendapatkan, menggunakan barang dan jasa dipengaruhi oleh beberapa faktor dan struktur itu sendiri. Adapun juga tingkat keterlibatan diferensiasi merek juga dapat mempengaruhi seorang konsumen dalam pengambilan keputusan pembelian suatu produk. Variabel pemikiran konsumen adalah faktor kognitip yang mempengaruhi pengambilan keputusan. Tiga tipe variable pemikiran berperan secara esensial dalam pengambilan keputusan, antara lain persepsi karateristik merk, sikaplanjutan terhadap merk dan manfaat keinginan konsumen.Ini merupakan juga hasil akhir proses konsumen keputusan konsumen.

6. Daftar Pustaka
http://industri.kontan.co.id/news/penjualan-ponsel-tumbuh-44-tahun-depan/2012/12/29

http://puriindahlestari-puri.blogspot.com/2009/11/perilaku-konsumen.html


http://www.slideshare.net/heribertusdwi/faktor-faktor-yang-mempengaruhi-perilaku-konsumen-dalam-pembelian-suatu-produk