Monday, 21 January 2013

Perilaku Konsumen Dalam Membeli Smartphone Secara Kredit



ABSTRAK

Seiring berjalannya waktu tingkat pertumbuhan penduduk terus mengalami peningkatan. Hal ini juga sejalan dengan kebutuhan masyarakat akan smartphone. Yaitu bahwa kebutuhan akan telepon smartphone. Disatu sisi hal ini akan mengakibatkan persaingan harga dikalangan produsen smartphone tetapi  persaingan tersebut tidak sebanding dengan peningkatan dari jumlah pendapatan konsumen, alias daya beli konsumen. Maka dari itu timbulah yang namanya pembelian secara kredit. banyak badan usaha dari pihak swasta yang menawarkan kredit barang elektronik.
            Pada dasarnya Pihak swasta atau leasing adalah suatu fasilitas kredit yang memudahkan masyarakat untuk memiliki barang elektronik yang mereka inginkan.

1. Pendahuluan
1.1 Latar Belakang Masalah
Lembaga riset Growth for Knowledge (GfK) memproyeksikan pertumbuhan penjualan smartphone mencatat, total penjualan ponsel selama Januari - November 2012 di Indonesia mencapai 39,2 juta unit. Sekitar 10 juta unit adalah smartphone, harga rata-rata smartphone tahun ini sudah turun. Menjadi Rp 2,57 juta dari Rp 2,63 juta tahun lalu. Merek telepon seluler yang beredar di pasar saat ini 43 merek dengan perincian 15 merek global dan 28 merek lokal. Namun sekitar 98% smartphone global masih menguasai pasar. Smartphone lokal cuma mengempit 2% pangsa pasar saja.

1.2 Tujuan Penelitian
            Tujuan penelitaian ini adalah (1) Mengetahui sejauh mana minat konsumen dalam membeli sebuah smartphone secara kredit (2) Mengetahui Faktor apa saja yang mempengaruhi perilaku konsumen (3) Mengetahui Metode apa saja yang digunakan dalam perilaku konsumen.



2. Tinjauan Pustaka
2.1 Pengertian perilaku konsumen
Menurut Engel et al. (1994 : 3) adalah tindakan yang langsung terlibat dalam mendapatkan, mengkonsumsi, dan menghabiskan produk dan jasa, termasuk proses yang mendahului dan menyusul dari tindakan ini.
Mowen (1990 : 5) mengatakan bahwa perilaku konsumen adalah studi unit-unit dan proses pembuatan keputusan yang terlibat dalam menerima, menggunakan dan penentuan barang, jasa, dan ide. Difinisi tersebut menggunakan istilah unit-unit pembuat keputusan, karena keputusan bisa dibuat oleh individu atau kelompok. Difinisi tersebut juga mengatakan bahwa konsumsi adalah proses yang diawali dengan penerimaan, konsumsi, dan diakhiri dengan penentuan (disposition). Tahap penerimaan menganalisa faktor-faktor yang mempengaruhi pilihan konsumen terhadap produk, tahap konsumsi menganalisa bagaimana konsumen senyatanya menggunakan produk yang diperoleh. Tahap penentuan menunjukkan apa yang dilakukan konsumen setelah selesai menggunakan produk tersebut.

2.2 Pendekatan dalam meneliti perilaku konsumen
Terdapat tiga pendekatan utama dalam meneliti perilaku konsumen. Pendekatan pertama adalah pendekatan interpretif. Pendekatan ini menggali secara mendalam perilaku konsumsi dan hal yang mendasarinya. Studi dilakukan dengan melalui wawancara panjang dan focus group discussion untuk memahami apa makna sebuah produk dan jasa bagi konsumen dan apa yang dirasakan dan dialami konsumen ketika membeli dan menggunakannya.
Pendekatan ke dua adalah pendekatan tradisional yang didasari pada teori dan metode dari ilmu psikologi kognitif, sosial, dan behaviorial serta dari ilmu sosiologi. Pendekatan ini bertujuan mengembangkan teori dan metode untuk menjelaskan perilaku dan pembuatan keputusan konsumen. Studi dilakukan melalui eksperimen dan survei untuk menguji coba teori dan mencari pemahaman tentang bagaimana seorang konsumen memproses informasi, membuat keputusan, serta pengaruh lingkungan sosial terhadap perilaku konsumen.
Pendekatan ke tiga disebut sebagai sains pemasaran yang didasari pada teori dan metode dari ilmu ekonomi dan statistika. Pendekatan ini dilakukan dengan mengembangkan dan menguji coba model matematika berdasarkan hierarki kebutuhan manusia menurut Abraham Maslow untuk memprediksi pengaruh strategi marketing terhadap pilihan dan pola konsumsi, yang dikenal dengan sebutan moving rate analysis.
Ketiga pendekatan sama-sama memiliki nilai dan tinggi dan memberikan pemahaman atas perilaku konsumen dan strategi marketing dari sudut pandang dan tingkatan analisis yang berbeda. Sebuah perusahaan dapat saja menggunakan salah satu atau seluruh pendekatan, tergantung permasalahan yang dihadapi perusahaan tersebut
3. Metodologi Penelitian
Data atau sumber penelitian diambil dari data yang telah ada ( data sekunder )

4. Pembahasan
Keputusan konsumen untuk melakukan pembelian secara kredit bisa terjadi akibat faktor biaya maupun pengaruh dari penjual. Pengaruh dari penjual sendiri biasanya terjadi ketika konsumen sudah punya cukup uang untuk melakukan pembelian. Tetapi penjual dengan segala bujuk rayunya mengusahakan konsumen melakukan secara kredit. Faktor biaya, faktor ini adalah faktor yang menjadi hal utama konsumen melakukan pembelian secara kredit. Selain itu ada juga konsumen yang memang tergolong memiliki pendapatan yang cukup untuk melakukan pembelian secara tunai, tetapi memilih kredit karena ada kebutuhan lain yang harus di penuhi. Terkait dengan biaya maka kebanyakan konsumen melakukan pembelian secara kredit adalah konsumen yang tergolong mempunyai pendapatan kelas menengah.
Berdasarkan landasan teori, ada dua faktor dasar yang mempengaruhi perilaku konsumen dibedakan menjadi 2 bagian yaitu faktor-faktor yang berasal dari dalam diri pribadi seorang konsumen dan faktor-faktor yang berasal dari lingkungan sekitar seorang konsumen. Adapun yang mempengaruhi faktor-faktor perilaku konsumen antara lain, kekuatan social budaya terdiri dari factor budaya, tingkat social, kelompok anutan ( small reference groups) dan keluarga. Sedangkan kekuatan psikologis terdiri dari pengalaman belajar, kepribadian, sikap dan keyakinan.Menganalisis perilaku konsumen akan berhasil apabila kita dapat memahami aspek-aspek psikologis manusia secara keseluruhan. Perilaku konsumen adalah proses dan aktivitas ketika seseorang berhubungan dengan pencarian, pemilihan, pembelian, penggunaan serta pengevaluasian produk dan jasa demi memenuhi kebutuhan dan keinginan.



5. Kesimpulan
perilaku konsumen yang dilakukan individu maupun kelompok yang berhubungan dengan proses pengambilan keputusan dalam mendapatkan, menggunakan barang dan jasa dipengaruhi oleh beberapa faktor dan struktur itu sendiri. Adapun juga tingkat keterlibatan diferensiasi merek juga dapat mempengaruhi seorang konsumen dalam pengambilan keputusan pembelian suatu produk. Variabel pemikiran konsumen adalah faktor kognitip yang mempengaruhi pengambilan keputusan. Tiga tipe variable pemikiran berperan secara esensial dalam pengambilan keputusan, antara lain persepsi karateristik merk, sikaplanjutan terhadap merk dan manfaat keinginan konsumen.Ini merupakan juga hasil akhir proses konsumen keputusan konsumen.

6. Daftar Pustaka
http://industri.kontan.co.id/news/penjualan-ponsel-tumbuh-44-tahun-depan/2012/12/29

http://puriindahlestari-puri.blogspot.com/2009/11/perilaku-konsumen.html


http://www.slideshare.net/heribertusdwi/faktor-faktor-yang-mempengaruhi-perilaku-konsumen-dalam-pembelian-suatu-produk

No comments:

Post a Comment