Thursday, 3 November 2011

Sisa Hasil Usaha

Pengertian SHU (Sisa Hasil Usaha) Koperasi dan Perumusannya

Berikut ini diuraikan secara kompleks arti dari sisa hasil usaha dalam koperasi atau yang lebih dikenal dengan (SHU) koperasi. SHU Koperasi adalah sebagai selisih dari seluruh pemasukan atau penerimaan total (total revenue ) atau biasa dilambangkan (TR) dengan biaya-biaya atau biaya total (total cost) dengan lambang (TC) dalam satu tahun waktu. Lebih lanjut pembahasan mengenai pengertian koperasi bila ditinjau menurut UU No.25/1992, tentang perkoperasian, Bab IX, pasal 45 adalah sebagai berikut:
• SHU koperasi adalah pendapatan koperasi yang diperoleh dalam satu tahun buku dikurang dengan biaya, penyusutan, dan kewajiban lain termasuk pajak dalam tahun buku yang bersangkutan.
• SHU setelah dikurangi dana cadangan, dibagikan kepada anggota sebanding jasa usaha yang dilakukan oleh masing-masing anggota dengan koperasi, serta digunakan untuk keperluan pendidikan perkoperasian dan keperluan koperasi, sesuai dengan keputusan Rapat Anggota.
• Besarnya pemupukan modal dana cadangan ditetapkan dalam Rapat Anggota.
• Penetapan besarnya pembagian kepada para anggota dan jenis serta jumlahnya ditetapkan oleh Rapat Anggota sesuai dengan AD/ART Koperasi.
• Besarnya SHU yang diterima oleh setiap anggota akan berbeda, tergantung besarnya partisipasi modal dan transaksi anggota terhadap pembentukan pendapatan koperasi.
• Semakin besar transaksi(usaha dan modal) anggota dengan koperasinya, maka semakin besar SHU yang akan diterima.
Dalam proses penghitungannya, nilai SHU anggota dapat dilakukan apabila beberapa informasi dasar diketahui sebagai berikut:
1. SHU total kopersi pada satu tahun buku
2. bagian (persentase) SHU anggota
3. total simpanan seluruh anggota
4. total seluruh transaksi usaha ( volume usaha atau omzet) yang bersumber dari anggota
5. jumlah simpanan per anggota
6. omzet atau volume usaha per anggota
7. bagian (persentase) SHU untuk simpanan anggota
8. bagian (persentase) SHU untuk transaksi usaha anggota.

Rumus Pembagian SHU
MenurutUU No. 25/1992 pasal5 ayat1
• Mengatakan bahwa“pembagian SHU kepada anggota dilakukan tidak semata-mata berdasarkan modal yang dimiliki seseorang dalam koperasi, tetapi juga berdasarkan perimbangan jasa usaha anggota terhadap koperasi. Ketentuan ini merupakan perwujudan kekeluargaan dan keadilan”.
• Didalam AD/ART koperasi telah ditentukan pembagian SHU sebagai berikut: Cadangan koperasi 40%, jasa anggota 40%, dana pengurus 5%, dana karyawan 5%, dana pendidikan 5%, danasosial 5%, danapembangunanlingkungan 5%.
• Tidak semua komponen diatas harus diadopsi dalam membagi SHU-nya. Hal ini tergantung dari keputusan anggota yang ditetapkan dalam rapat anggota.
Perumusan :
SHU = JUA + JMA, dimana
SHU = Va/Vuk . JUA + Sa/Tms . JMA
Dengan keterangan sebagai berikut :
SHU : sisa hasil usaha
JUA : jasa usaha anggota
JMA : jasa modal sendiri
Tms : total modal sendiri
Va : volume anggota
Vak : volume usaha total kepuasan
Sa : jumlah simpanan anggota
sumber : http://ahim.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/9895/BAB+5.+SHU.ppt
Prinsip-prinsip Pembagian SHU Koperasi
Anggota koperasi memiliki dua fungsi ganda, yaitu:
a. Sebagai pemilik (Owner)
b. Sebagai pelanggan (Costomer)
Sebagai pemilik, seorang anggota berkewajiban melakukan investasi. Dengan demikian, sebagai investor anggota berhak menerima hasil investasinya.
Disisi lain, sebagai pelanggan, seorang anggota berkewajiban berpartisipasi dalam setiap transaksi bisnis di koperasinya.
Agar tercermin azaz keadilan, demokrasi, trasparansi ,dan sesuai dengan prinsip-prinsip koperasi,maka perlu diperhatikan prinsip-prinsip pembagian SHU sebagai berikut.

1. SHU yang dibagi adalah yang bersumber dari anggota
Pada hakekatnya SHU yang dibagi kepada anggota adalah yang bersumber dari anggota itu sendiri.
Sedangkan SHU yang bukan berasal dari transaksi dengan anggota pada dasarnya tidak bibagi kepada anggota, melainkan dijadikan sebagai cadang koperasi. Dalam kasus koperasi tertentu, bila SHU yang bersumber dari non anggota cukup besar, maka rapat anggota dapat menetapkannya untuk bibagi secara merata sepanjang tidak membebani Likuiditas koperasi.
Pada koperasi yang pengelolaan pembukuannya sydah bai, biasanya terdapat pemisahan sumber SHU yang berasal dari anggota yang berasal dari nonanggota. Oleh sebab itu, langkah pertama dalam pembagian SHU adalah memilahkan yang bersumber dari hasil transaksi usaha dengan anggota dan yang bersumber dari nonanggota.

2. SHU anggota adalah jasa dari modal dan transaksi usaha yang dilakukan anggota sendiri
SHU yang diterima setiap anggota pada dasarnya merupakan insentif dari modal yang diinvestasikannya dan dari hasil transaksi yang dilakukan anggotakoperasi. Oleh sebab itu, perlu ditentukan proposisi SHU untuk jasa modal dan jasa transaksi usaha yang dibagi kepada anggota.
Dari SHU bagian anggota, harus ditetapkan beberapa persentase untuk jasa modal,misalkan 30% dan sisanya sebesar 70% berate untuk jasa usaha. Sebenarnya belum ada formula yang baku mengenai penentuan proposisi jasa modal dan jasa transaksi usaha, tetapi hal ini dapat dilihat dari struktur pemodalan koperasi itu sendiri.
Apabila total modal sendiri koperasi sebagian besar bersumber dari simpanan-simpanan anggota (bukan dari donasi ataupun dana cadangan),maka disarankan agar proporsinya terhadap pembagian SHU bagian anggota diperbesar, tetapi tidak akan melebihi dari 50%. Hal ini perlu diperhatikan untuk tetap menjaga karakter koperasi itu sendiri, dimana partisipasi usaha masih lebih diutamakan.

3. Pembagian SHU anggota dilakukan secara transparan
Proses perhitungan SHU peranggota dan jumlah SHU yang dibagi kepada anggota harus diumumkan secara transparan, sehingga setiap anggota dapat dengan mudah menghitung secara kuantitatif berapa bartisipasinya kepada koperasinya.
Prinsip ini pada dasarnya juga merupakan salah satu proses pendidikan bagi anggota koperasi dalam membangun suatu kebersamaan, kepemilikan terhadap suatu badan usaha, dan pendidikan dalam proses demakrasi.

4. SHU anggota dibayar secara tunai
SHU per anggota haruslah diberikan secara tunai, karena dengan demikian koperasi membuktikan dirinya sebagai badan usaha yangsehat kepada anggota dan masyarakat mitra bisnisnya.

http://kamukucrud.wordpress.com/2010/12/31/prinsip-pembagian-shu/

Organisasi dan Manajemen

1. Bentuk Organisasi
Hanel :
Suatu sistem sosial ekonomi atau sosial tehnik yang terbuka dan berorientasi pada tujuan
sub sistem koperasi:
•individu (pemilik dan konsumen akhir)
•Pengusaha Perorangan/kelompok ( pemasok / supplier)
•Badan Usaha yang melayani anggota dan masyarakat

Ropke :
•Identifikasi Ciri Khusus
•Kumpulan sejumlah individu dengan tujuan yang sama (kelompok koperasi)
•Kelompok usaha untuk perbaikan kondisi sosial ekonomi (swadaya kelompok koperasi)
• Pemanfaatan koperasi secara bersama oleh anggota (perusahaan koperasi)
• Koperasi bertugas untuk menunjang kebutuhan para anggotanya (penyediaan barang dan jasa)
• Sub sistem
o Anggota Koperasi
o Badan Usaha Koperasi
o Organisasi Koperasi

Di Indonesia :
•Bentuk : Rapat Anggota, Pengurus, Pengelola dan Pengawas
•Rapat Anggota,
oWadah anggota untuk mengambil keputusan
oPemegang Kekuasaan Tertinggi, dengan tugas :
Penetapan Anggaran Dasar
Kebijaksanaan Umum (manajemen, organisasi & usaha koperasi)
Pemilihan, pengangkatan & pemberhentian pengurus
Rencana Kerja, Rencana Budget dan Pendapatan serta pengesahan Laporan Keuangan
Pengesahan pertanggung jawaban
Pembagian SHU
Penggabungan, pendirian dan peleburan

2. Hirarki Tanggung Jawab
•Pengurus
•Tugas
oMengelola koperasi dan usahanya
oMengajukan rancangan Rencana kerja, budget dan belanja koperasi
oMenyelenggaran Rapat Anggota
oMengajukan laporan keuangan & pertanggung jawaban
oMaintenance daftar anggota dan pengurus
•Wewenang
oMewakili koperasi di dalam & luar pengadilan
oMeningkatkan peran koperasi

•Pengawas
•Perangkat organisasi yang dipilih dari anggota dan diberi mandat untuk melakukan pengawasan terhadap jalannya organisasi & usaha koperasi
•UU 25 Th. 1992 pasal 39 :
oBertugas untuk melakukan pengawasan kebijakan dan pengelolaan koperasi
oBerwenang untuk meneliti catatan yang ada & mendapatkan segala keterangan yang diperlukan

3. Pola Manajemen
•Menggunakan gaya manajemen yang partisipatif
•Terdapat pola job description pada setiap unsur dalam koperasi
•Setiap unsur memiliki ruang lingkup keputusan yang berbeda (decision area)
•Seluruh unsur memiliki ruang lingkup keputusan yang sama (shared decision areas)


sumber : http://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=bentuk%20organisasi%20menurut%20hanel&source=web&cd=1&sqi=2&ved=0CB8QFjAA&url=http://ahim.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/10272/Organisasi%2BKoperasi%2B(III).ppt&ei=g6C2TvX1I42qrAeHmoG8Aw&usg=AFQjCNE5U0mjqhtT18Ua1tZYgDmT_jGPFA

Pengertian dan Prinsip - prinsip Koperasi

1.Pengertian Koperasi

Definisi ILO (International Labour Organization)
Dalam definisi ILO terdapat 6 elemen yang dikandung dalam koperasi, yaitu:
•Koperasi adalah perkumpulan orang-orang
•Penggabungan orang-orang berdasarkan kesukarelaan
•Terdapat tujuan ekonomi yang ingin dicapai
•Koperasi berbentuk organisasi bisnis yang diawasi dan dikendalikan secara demokratis
•Terdapat kontribusi yang adil terhadap modal yang dibutuhkan
•Anggota koperasi menerima resiko dan manfaat secara seimbang

Definisi Arifinal Chaniago (1984)
Koperasi sebagai suatu perkumpulan yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum, yang memberikan kebebasan kepada anggota untuk masuk dan keluar, dengan bekerja sama secara kekeluargaan menjalankan usaha untuk mempertinggi kesejahteraan jasmaniah para anggotanya.

Definisi P.J.V. Dooren
There is no single definition (for coopertive) which is generally accepted, but the common principle is that cooperative union is an association of member, either personal or corporate, which have voluntarily come together in pursuit of a common economic objective.

Definisi Hatta (Bapak Koperasi Indonesia)
Koperasi adalah usaha bersama untuk memperbaiki nasib penghidupan ekonomi berdasarkan tolong-menolong. Semangat tolong menolong tersebut didorong oleh keinginan memberi jasa kepada kawan berdasarkan ‘seorang buat semua dan semua buat seorang’.

Definisi Munkner
Koperasi sebagai organisasi tolong menolong yang menjalankan ‘urusniaga’ secara kumpulan, yang berazaskan konsep tolong-menolong. Aktivitas dalam urusniaga semata-mata bertujuan ekonomi, bukan sosial seperti yang dikandung gotong royong.

Definisi UU No. 25/1992
Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan hukum koperasi, dengan melandaskan kegiataannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas azas kekeluargaan


2.TUJUAN KOPERASI
Sesuai UU No. 25/1992 Pasal 3
Koperasi bertujuan memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya, serta ikut membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju, adil dan makmur berlandaskan Pancasila dan UUD 1945
UU No. 25/1992 Pasal 4 Fungsi Koperasi
•Membangun dan mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosialnya
•Berperan serta secara aktif dalam upaya mempertinggi kualitas kehidupan manusia dan masyarakat
•Memperkokoh perekonomian rakyat sbg dasar kekuatan dan ketahanan perekonomian nasional dengan koperasi sbg sokogurunya
•Berusaha untuk mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional yang merupakan usaha bersama berdasar atas azas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi

3.PRINSIP-PRINSIP KOPERASI
PRINSIP-PRINSIP MUNKNER
•Keanggotaan bersifat sukarela
•Keanggotaan terbuka
•Pengembangan anggota
•Identitas sebagai pemilik dan pelanggan
•Manajemen dan pengawasan dilaksanakan scr demokratis
•Koperasi sbg kumpulan orang-orang
•Modal yang berkaitan dg aspek sosial tidak dibagi
•Efisiensi ekonomi dari perusahaan koperasi
•Perkumpulan dengan sukarela
•Kebebasan dalam pengambilan keputusan dan penetapan tujuan
•Pendistribusian yang adil dan merata akan hasil-hasil ekonomi
•Pendidikan anggota

PRINSIP ROCHDALE
•Pengawasan secara demokratis
•Keanggotaan yang terbuka
•Bunga atas modal dibatasi
•Pembagian sisa hasil usaha kepada anggota sebanding dengan jasa masing-masing anggota
•Penjualan sepenuhnya dengan tunai
•Barang-barang yang dijual harus asli dan tidak yang dipalsukan
•Menyelenggarakan pendidikan kepada anggota dengan prinsip-prinsip anggota
•Netral terhadap politik dan agama

PRINSIP RAIFFEISEN
•Swadaya
•Daerah kerja terbatas
•SHU untuk cadangan
•Tanggung jawab anggota tidak terbatas
•Pengurus bekerja atas dasar kesukarelaan
•Usaha hanya kepada anggota
•Keanggotaan atas dasar watak, bukan uang

PRINSIP HERMAN SCHULZE
•Swadaya
•Daerah kerja tak terbatas
•SHU untuk cadangan dan untuk dibagikan kepada anggota
•Tanggung jawab anggota terbatas
•Pengurus bekerja dengan mendapat imbalan
•Usaha tidak terbatas tidak hanya untuk anggota

PRINSIP ICA
•Keanggotaan koperasi secara terbuka tanpa adanya pembatasan yang dibuat-buat
•Kepemimpinan yang demokratis atas dasar satu orang satu suara
•Modal menerima bunga yang terbatas (bila ada)

•SHU dibagi 3 : cadangan, masyarakat, ke anggota sesuai dengan jasa masing-masing
•Semua koperasi harus melaksanakan pendidikan secara terus menerus
•Gerakan koperasi harus melaksanakan kerjasama yang erat, baik ditingkat regional, nasional maupun internasional

PRINSIP / SENDI KOPERASI MENURUT UU NO. 12/1967
•Sifat keanggotaan sukarela dan terbuka untuk setiap warga negara Indonesia
•Rapat anggota merupakan kekuasaan tertinggi sebagai pemimpin demokrasi dalam koperasi
•Pembagian SHU diatur menurut jasa masing-masing anggota
•Adanya pembatasan bunga atas modal
•Mengembangkan kesejahteraan anggota khususnya dan masyarakat pada umumnya
•Usaha dan ketatalaksanaannya bersifat terbuka
•Swadaya, swakarta dan swasembada sebagai pencerminan prinsip dasar percaya pada diri sendiri

sumber : http://www.smecda.com

Friday, 7 October 2011

KONSEP, ALIRAN DAN SEJARAH KOPERASI

KONSEP KOPERASI

KONSEP KOPERASI BARAT

Koperasi merupakan organisasi swasta, yang dibentuk secara sukarela oleh orang-orang yang mempunyai persamaan kepentingan, dengan maksud mengurusi kepentingan para anggotanya serta menciptakan keuntungan timbal balik bagi anggota koperasi maupun perusahaan koperasi.

Unsur-unsur Positif Konsep Koperasi Barat
Keinginan individu dapat dipuaskan dengan cara bekerjasama antarsesama anggota, dg saling membantu dan saling menguntungkan
Setiap individu dg tujuan yang sama dapat berpartisipasi untuk mendapatkan keuntungan dan menanggung risiko bersama
Hasil berupa surplus/keuntungan didistribusikan kepada anggota sesuai dengan metode yang telah disepakati
Keuntungan yang belum didistribusikan akan dimasukkan sebagai cadangan koperasi

KONSEP KOPERASI SOSIALIS

Koperasi direncanakan dan dikendalikan oleh pemerintah dan dibentuk dengan tujuan merasionalkan produksi, untuk menunjang perencanaan nasional.Menurut konsep ini, koperasi tidak berdiri sendiri tetapi merupakan subsistem dari sistem sosialisme untuk mencapai tujuan-tujuan sistem sosialis-komunis.

KONSEP KOPERASI NEGARA BERKEMBANG
Koperasi sudah berkembang dengan ciri tersendiri, yaitu dominasi campur tangan pemerintah dalam pembinaan dan pengembangannya. Perbedaan Konsep Sosialis : tujuan koperasi untuk merasionalkan faktor produksi dari kepemilikan probadi ke pemilikan kolektif. Konsep Negara Berkembang : tujuan koperasi adalah meningkatkan kondisi sosial ekonomi anggotanya.


LATAR BELAKANG TIMBULNYA ALIRAN KOPERASI

Perbedaan ideology suatu bangsa akan mengakibatkan perbedaan system perekonomiannya dan tentunya aliran koperasi yang dianutpun akan berbeda. Sebaliknya, setiap system perekonomian suatu bangsa juga akan menjiwai ideology bangsanya dan aliran koperasinya pun akan menjiwai system perekonomian dan ideologi bangsa tersebut.


Aliran Koperasi

Secara umum aliran koperasi yang dianut oleh pelbagai negara di dunia dapat dikelompokan berdasarkan peran gerakan koperasi dalam system perekonomian dan hubungnnya dengan pemerintah. Paul Hubert Casselman membaginya menjadi 3 aliran.

Aliran Yardstick
Aliran ini pada umumnya dijumpai pada negara-negara yang berideologi kapitalis atau yang menganut system perekonomian liberal. Menurut aliran ini, koperasi dapat menjadi kekuatan untuk mengimbangi, menetralisasikan, dan mengoreksi berbagai keburukan yang ditimbulkan oleh system kapitalisme. Walaupun demikian, aliran ini menyadari bahwa organisasi koperasi sebenarnya kurang berperan penting dalam masyarakat, khususnya dalam system dan struktur perekonomiannya. Pengaruh aliran ini cukup kuat, terutama di negara-negara barat dimana industri berkembnag dengan pesat dibawah system kapitalisme.

Aliran Sosialis
Menurut aliran ini koperasi dipandang sebagai alat yang paling efektif untuk mencapai kesejahteraan masyarakat, di samping itu menyatukan rakyat lebih mudah melalui organisasi koperasi. Pengaruh aliran ini banyak dijumpai di negara-negara Eropa Timur dan Rusia.

Aliran Persemakmuran (Commonwealth)
Aliran persemakmuran (Comminwealth) memandang koperasi sebagai alat yang efisieen dan efektif dalam meningkatkan kualitas ekonomi masyarakat.
SEJARAH PERKEMBANGAN KOPERASI

Sejarah Koperasi

Koperasi adalah jenis badan usaha yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum.Koperasi melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan. Kinerja koprasi khusus mengenai perhimpunan, koperasi harus bekerja berdasarkan ketentuan undang-undang umum mengenai organisasi usaha (perseorangan, persekutuan, dsb.) serta hukum dagang dan hukum pajak.Organisasi koperasi yang khas dari suatu organisasi harus diketahui dengan menetapkan anggaran dasar yang khusus.
Secara umum, Variabel kinerja koperasi yang di ukur untuk melihat perkembangan atau pertumbuhan (growth) koperasi di Indonesia terdiri dari kelembagaan (jumlah koperasi per provinsi, jumlah koperasi per jenis/kelompok koperasi, jumlah koperasi aktif dan nonaktif). Keanggotaan, volume usaha, permodalan, asset, dan sisa hasil usaha. Variabel-variabel tersebut pada dasarnya belumlah dapat mencerminkan secara tepat untuk dipakai melihat peranan pangsa (share) koperasi terhadap pembangunan ekonomi nasional. Demikian pula dampak dari koperasi (cooperative effect) terhadap peningkatan kesejahteraan anggota atau masyarakat belum tercermin dari variabel-variabel yang di sajikan. Dengan demikian variabel kinerja koperasi cenderung hanya dijadikan sebagai salah satu alat untuk melihat perkembangan koperasi sebagai badan usaha.

Sejarah berdirinya koperasi dunia
Gerakan koperasi digagas oleh Robert Owen (1771-1858), yang menerapkannya pertama kali pada usaha pemintalan kapas di New Lanark, Skotlandia.
Gerakan koperasi ini dikembangkan lebih lanjut oleh William King (1786–1865) – dengan mendirikan toko koperasi di Brighton, Inggris. Pada 1 Mei 1828, King menerbitkan publikasi bulanan yang bernama The Cooperator, yang berisi berbagai gagasan dan saran-saran praktis tentang mengelola toko dengan menggunakan prinsip koperasi. Koperasi akhirnya berkembang di negara-negara lainnya. Di Jerman, juga berdiri koperasi yang menggunakan prinsip-prinsip yang sama dengan koperasi buatan Inggris.Koperasi-koperasi di Inggris didirikan oleh Charles Foirer, Raffeinsen, dan Schulze Delitch.Di Perancis, Louis Blanc mendirikan koperasi produksi yang mengutamakan kualitas barang.Di Denmark Pastor Christiansone mendirikan koperasi pertanian.

Gerakan koperasi di Indonesia
Sejarah singkat gerakan koperasi bermula pada abad ke-20 yang pada umumnya merupakan hasil dari usaha yang tidak sepontan dan tidak dilakukan oleh orang-orang yang sangat kaya. Meraka mempersatukan diri untuk memperkaya dirinya sendiri, seraya ikut mengembangkan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya. Koperasi tumbuh dari kalangan rakyat, ketika penderitaan dalam lapangan ekonomi dan sosial yang di timbulkan oleh sistem kapitalisme demikian memuncaknya. Beberapa orang yang penghidupannya sederhana dengan kemampuan ekonomi terbatas, terdorong oleh penderitaan dan beban ekonomi yang sama, secara sepontan mempersatukan diri untuk menolong dirinya sendiri dan manusia sesamanya.
Pada tahun 1896 seorang Pamong Praja Patih R.Aria Wiria Atmaja di Purwokerto mendirikan sebuah Bank untuk para pegawai negri (priyayi). Ia terdorong oleh keinginanmya untuk menolong para pegawai yang makin menderita karena terjerat oleh lintah darat yang memberikan pinjaman dengan bunga yang tinggi. Maksud Patih tersebut untuk mendirikan koperasi kredit model seperti di Jerman. Ia dibantu oleh seorang asisten Residen Belanda (Pamong Praja Belanda) Assisten-Residen itu sewaktu cuti berhasil mengunjungi Jerman dan menganjurkan akan mengubah Bank Pertolongan Tabungan yang sudah ada menjadi Bak Pertolongan, Tabungan dan Pertanian. Selain pegawai negeri juga para petani perlu dibantu karena mereka makin menderita karena tekana para pengijon (pelepan uang). Ia juga menganjurkan merubah Bank tersebut menjadi koperasi. Di samping itu ia pun mendirikan lumbung-lumbung desa yang menganjurkan para petani menyimpan pada pada musim panen dan memberikan pertolongan pinjaman padi pada musim paceklik. Ia pun berusaha menjadikan lumbung-lumbung itu menjadi Koperasi Kredit Padi. Tetapi Pemerintah Belanda pada waktu itu berpendirian lain. Bank Pertolongan, Tabungan dan Pertanian dan Lumbung Desa tidak dijadikan Koperasi tetapi Pemerintah Belanda membentuk lumbung-lumbung desa baru, bank –bank Desa , rumah gadai dan Centrale Kas yang kemudian menjadi Bank Rakyak Indonesia (BRI). Semua itu adalah badan usaha Pemerntah dan dipimpin oleh orang-orang Pemerintah.
Pada zaman Belanda pembentuk koperasai belum dapat terlaksana, karena: 1. Belum ada instansi pemerintah ataupun badan non pemerintah yang memberikan penerangan dan penyuluhan tentang koperasi. 2. Belum ada Undang-Undang yang mengatur kehidupan kopeasi. 3. Pemerintah jajahan sendiri masih ragu-ragu menganjurkan koperasi karena pertimbangan politik, khawatir koperasi itu akan digunakan oleh kaum politik untuk tujuan yang membahayakan pemerintah jajahan itu.
Koperasi menjamur kembali, tetapi pada tahun 1933 keluar UU yang mirip UU no. 431 sehingga mematikan usaha koperasi untuk yang kedua kalinya.Pada tahun 1942 Jepang menduduki Indonesia.Jepang lalu mendirikan koperasi kumiyai. Awalnya koperasi ini berjalan mulus. Namun fungsinya berubah drastis dan menjadi alat jepang untuk mengeruk keuntungan, dan menyengsarakan rakyat.
Setelah Indonesia merdeka, pada tanggal 12 Juli 1947, pergerakan koperasi di Indonesia mengadakan Kongres Koperasi yang pertama di Tasikmalaya. Hari ini kemudian ditetapkan sebagai Hari Koperasi Indonesia.

http://www.google.com
http://www.wordpress.com

Wednesday, 8 June 2011

Contoh Kalimat Past Perfect

1. She had called the police before I came.
She hadn't called the police before I came.
had she called the police before I came?

2. I had finished my work.
I hadn't finished my work.
Had I finished my work?

3. You hadn't stopped before I did.
You had stopped before I did.
Had you stopped before I did?

4. She had gone to school.
She had not gone to school.
had she gone to school?

5.We had left.
We had not left.
had we left?

6. You had arrived.
You hasn't arrived.
Had you arrived?

7. They Had eaten dinner.
They hadn't eaten dinner.
Had they eaten dinner?

8.I had eaten when she come.
I had not eaten when she came.
Had I eaten when she come?

9.They had gone to bed by ten o’clock.
They hadn't gone to bed by ten o'clock.
when had they gone to bed?

10.She Had been happy after his father came.
She hadn't been happy after his father came.
Had she been happy after his father came?

11.She had gone.
She hadn't gone.
had she gone?

12. I had written the letter.
I hadn't written the letter.
Had I written the letter?

13.I had gone When He arrived at my home.
I hadn't gone when he arrived at my home.
had I gone when he arrived at my home?

14.I had saved my document, before the computer crashed.
I hadn't saved my document, before the computer crashed.
Had I saved my document, before the computer crashed?

15.He was very tired, because he had slept well.
He was very tired, because he hadn’t slept well.
Why had he slept well?

Contoh Kalimat Present Perfect Tense

1. I have finished my work.
I haven't finished my homework.
Have I finished my homework?

2. She has eaten lunch.
She has not eaten lunch.
Has she eaten lunch?

3. You have seen that movie.
You haven't seen that movie
Have you seen that movie?

4. She has been sick for two days.
She hasn't been sick for two days
has she been sick for two days??

5.They have been busy for one day.
They have not been busy for one day.
Have they been busy for one day?

6. You have been here for two hours
You haven't been here for two hours
Have you been here for two hours?

7. I have watched that movie 3 times.
I haven't watched that movie 3 times.
Have I watched that movie 3 times??

8. You have read the book yet.
you haven't read the book yet.
Have you read the book yet?

9.The rain has stopped.
The rain hasn’t stopped.
has the rain stopped?

10.They have arrived.
They haven’t arrived.
have they arrived?

11.I have finish my homework yet.
I haven’t finished my homework yet.
Have I finish my homework yet?

12.I have been to Ancol before.
I haven't been to Ancol before
Have I been to An col before?

13.We have eaten or lunch already.
We have eaten or lunch already
Have we eaten or lunch already?

14.She has just spoken to them.
she hasn't just spoken to them.
has she just spoken to them?

15. She has met your mother.
she hasn't met your mother.
has she met your mother?

Contoh Kalimat Simple Past Tense

1. My Father bought this car last year
My father didn't bought this car last year
Did my father buy this car last year??

2. They went to Tokyo last month
They didn't go to Tokyo last month
Did they go to Tokyo last month?

3. She went home two minutes ago
She did not go home two minutes ago
When did she go home?

4. I finished my homework two days ago
I didn’t finish my homework two days ago.
Did you finish your homework two days ago?

5. We went to Surabaya
We didn't go to Surabaya.
Did we go to Surabaya?

6. You lived in Japan
You didn't live in Japan
Did you live in Japan?

7. They stayed at the Vivaldi Hotel
They didn't stay at the Vivaldi Hotel
Did they stay at the Vivaldi Hotel?

8. Rani went to Borobudur Yesterday
Rani did not go to borobudur Yesterday
Did Rany go to borobudur Yesterday ?

9. Rani Killed Desy Last Night
Rani did not Kill Desy Last Night
did Rani Kill Desy Last Night ?

10.You called me yesterday.
You didn’t call me yesterday.
Why did you call me yesterday?

11.They bought a new house two months ago.
They didn’t buy a new house two months ago.
When Did they buy a new house?

12.She studied English last month.
She didn’t study English last month.
When Did they buy a new house?

13.I went to USA last week.
I didn’t go to USA last week.
Did you go to USA last week?

14.We were human
We weren't human
were we human?

15.She was here yesterday.
She was not here yesterday.
Was she here yesterday?

Parallel Contruction

Parallel Construction

Both … and


Subjects connected by 'both … and' take the a plural conjugation.
Examples:
Both Alice and Janice attended USC.
Both Jim and Peter are attending the conference in New York this weekend.

Not only ... but also ...

Not only and but also normally go immediately before the words or expressions modified by them.
The place was not only good, but also safe.
She is not only a good wife, but also a good mother.
She speaks not only English, but also French.
Mid position with verb is also possible.
She not only speaks English, but also French.
For emphasis not only can be moved to the beginning of a clause. Note that we use the inverted word order 'not only + auxiliary verb + subject'. But can be left out in some cases.
She was not only sad, but also angry.
Not only was she sad, she was also angry.
They not only need food, but also shelter.
Not only do they need food, they also need shelter.

Either … or

'Either … or' is used in sentences in a positive sense meaning "one or the other, this or that, he or she, etc." Verb conjugation depends on the subject (singular or plural) closest to the conjugated verb.
Examples:
Either Peter or the girls need to attend the course. (second subject plural)
Either Jane or Matt is going to visit next weekend. (second subject singular)

Neither … nor


'Neither … nor' is used in sentences in a negative sense meaning "not this one nor the other, not this nor that, not he nor she, etc.". Verb conjugation depends on the subject (singular or plural) closest to the conjugated verb.
Examples:
Neither Frank nor Lilly lives in Eugene. (second subject singular)
Neither Axel nor my other friends care about their future. (second subject plural)

Past Participle

To have + past participle is "the perfect infinitive". It's used to show that an action happened previous to some other action.

I had to have taken an umbrella, for example, is like saying It had to be that I had taken an umbrella. (The only logical conclusion was that I had taken an umbrella -- before I discovered something else, for example, that I needed an umbrella.)

need to have done to it is a different case. It means that somebody needs to do something to it. The 'something' is missing because it has become the interrogative pronoun what. "It needs to have 'what' done to it." Because of the intervening implicit 'what', this is not a perfect infinitive like the rest of your examples.

Noun Clauses

Noun Clauses

A noun clause is an entire clause which takes the place of a noun in another clause or phrase. Like a noun, a noun clause acts as the subject or object of a verb or the object of a preposition, answering the questions "who(m)?" or "what?". Consider the following examples:

noun
I know Latin.
noun clause
I know that Latin is no longer spoken as a native language.

In the first example, the noun "Latin" acts as the direct object of the verb "know." In the second example, the entire clause "that Latin ..." is the direct object.

In fact, many noun clauses are indirect questions:

noun
Their destination is unknown.
noun clause
Where they are going is unknown.

The question "Where are they going?," with a slight change in word order, becomes a noun clause when used as part of a larger unit -- like the noun "destination," the clause is the subject of the verb "is."

Here are some more examples of noun clauses:

about what you bought at the mall

This noun clause is the object of the preposition "about," and answers the question "about what?"

Whoever broke the vase will have to pay for it.

This noun clause is the subject of the verb "will have to pay," and answers the question "who will have to pay?"

The Toronto fans hope that the Blue Jays will win again.

This noun clause is the object of the verb "hope," and answers the question "what do the fans hope?"
Adjective Clauses

An adjective clause is a dependent clause which takes the place of an adjective in another clause or phrase. Like an adjective, an adjective clause modifies a noun or pronoun, answering questions like "which?" or "what kind of?" Consider the following examples:

Adjective
the red coat

Adjective clause
the coat which I bought yesterday

Like the word "red" in the first example, the dependent clause "which I bought yesterday" in the second example modifies the noun "coat." Note that an adjective clause usually comes after what it modifies, while an adjective usually comes before.

In formal writing, an adjective clause begins with the relative pronouns "who(m)," "that," or "which." In informal writing or speech, you may leave out the relative pronoun when it is not the subject of the adjective clause, but you should usually include the relative pronoun in formal, academic writing:

informal
The books people read were mainly religious.
formal
The books that people read were mainly religious.

informal
Some firefighters never meet the people they save.
formal
Some firefighters never meet the people whom they save.

Here are some more examples of adjective clauses:

the meat which they ate was tainted

This clause modifies the noun "meat" and answers the question "which meat?".

about the movie which made him cry

This clause modifies the noun "movie" and answers the question "which movie?".

they are searching for the one who borrowed the book

The clause modifies the pronoun "one" and answers the question "which one?".

Did I tell you about the author whom I met?

The clause modifies the noun "author" and answers the question "which author?".
Adverb Clauses

An adverb clause is a dependent clause which takes the place of an adverb in another clause or phrase. An adverb clause answers questions such as "when?", "where?", "why?", "with what goal/result?", and "under what conditions?".

Note how an adverb clause can replace an adverb in the following example:

adverb
The premier gave a speech here.
adverb clause
The premier gave a speech where the workers were striking.

Usually, a subordinating conjunction like "because," "when(ever)," "where(ever)," "since," "after," and "so that," will introduce an adverb clause. Note that a dependent adverb clause can never stand alone as a complete sentence:

independent clause
they left the locker room
dependent adverb clause
after they left the locker room

The first example can easily stand alone as a sentence, but the second cannot -- the reader will ask what happened "after they left the locker room". Here are some more examples of adverb clauses expressing the relationships of cause, effect, space, time, and condition:

cause
Hamlet wanted to kill his uncle because the uncle had murdered Hamlet's father.

The adverb clause answers the question "why?".

effect
Hamlet wanted to kill his uncle so that his father's murder would be avenged.

The adverb clause answers the question "with what goal/result?".

time
After Hamlet's uncle Claudius married Hamlet's mother, Hamlet wanted to kill him.

The adverb clause answers the question "when?". Note the change in word order -- an adverb clause can often appear either before or after the main part of the sentence.

place
Where the whole Danish court was assembled, Hamlet ordered a play in an attempt to prove his uncle's guilt.

The adverb clause answers the question "where?".

condition
If the British co-operate, the Europeans may achieve monetary union.

Source : http://www.writingcentre.uottawa.ca/hypergrammar/claustyp.html

Letter of Inquiry

TYPES OF BUSINESS LETTERS

ENQUIRY
In the opening tell your supplier what kind of organization you are; if applicable,
state the references.
You can ask for catalogues, price lists, brochures, samples, patterns and
demonstrations; point out any particular items you are interested in.
When asking for goods or services, be specific and state exactly what you want.
Quote the reference (catalogue, brochure, advertisement).
A company may write circular letters to several suppliers, inviting offers to do a
certain job or supply a certain item.
The closing of an enquiry is usually a simple »thank you«. You may mention
that a prompt reply would be appreciated or indicate further business.

QUOTATION - Ponudba
In the quotation, the following subjects should be covered:
a) Prices: say if the price includes the costs of transport, insurance and
purchase tax , e.g. VAT (gross price) or none of them (net price);
state if the price is firm or subject to change.
b) Transport and insurance costs: state the terms exactly, so that the
customer knows which price was stated to him.
c) Discounts: state the possible discounts – trade discounts to sellers in
similar trades, quantity discounts, cash discounts, loyalty discounts.
d) Methods of payment: require or suggest the method of payment, e.g.
letter of credit, bill of exchange.
e) Delivery date: confirm the proposed delivery date or suggest an
alternative date which you will be able to meet.
ORDER - Naročanje
Orders are usually written on a company's official order form, accompanied
by a covering letter where the following points should be mentioned:
a) In the opening mention that an order is enclosed;
b) confirm the terms of payment;
c) confirm the agreed discounts;
d) confirm the delivery date;
e) advise the company on how you want the goods packed and sent;
f) close with a promise for further orders.

COMPLAINT
A letter must be used for large and more serious complaints whereas a fax or an
e-mail may suffice for minor ones.
Write the complaint as soon as you notice the mistake.
The letter of complaint should include the following items:
a) state the mistake; it should be explained politely;
b) if you think you know how the mistake was made, politely point this
out to your supplier
c) if you know how the mistake could be corrected, let your supplier
know.

Lay Out and Part of Business Letter

LAYOUT OF A BUSINESS LETTER

The parts of a business letter are as follows:
1. Sender's address
2. Date
3. Inside address
4. Attention line
5. Salutation
6. Body of the letter
7. Complimentary close
8. Signature
9. Enclosures
1. Sender's address is usually given in the letterhead, but if there is none, the
address can be typed in the top right- or left-hand corner of the letter.
2. The date is written below the sender's address. The month is usually not
written out as numbers – it could be confusing (different sequences):
20 December 2004 20th December, 2004
3. The inside address begins with the name of the company or – if you know
the name of the person you are writing to – you can begin with his / her
name. Courtesy titles are used before names: Mr, Mrs, Miss, Ms, Messrs,
M.Sc, Dr, Prof., Capt., Maj., Col., Gen.
Abbreviations may be used with or without a fullstop, but we must remain
consistent throughout our correspondence.
The address can also begin with a job title or a department (if you do not
know the name): The Sales Manager, The Accounts Department.
The items that follow are:
- the name of the house or building
- the number of the building and the name of the street
- the name of the town and the postcode
- the name of the country
4. Attention line is an alternative to putting the recipient's name in the address.
5. The salutations are as follows:
- Dear Sir – to a man whose name you do not know
- Dear Sirs /Gentlemen – to a company
- Dear Madam – to a woman whose name you do not know
- Dear Sir or Madam – to a person whose name and sex you do not know
- Dear Mr Smith – to a person whose name you know, but you do not know
the person very well
- Dear John – to a person you know well
The British like to use the comma after the salutation: Dear Mrs Jones,
but the Americans prefer a colon: Gentlemen:
6. The body of the letter is usually written in the blocked style. A line of space is
left between the paragraphs.
7. The complimentary close is related to the salutations:
- If the letter begins Dear Sir / Sirs / Madam / Sir or Madam, the
complimentary close should be Yours faithfully
- If the letter begins with a personal name, e.g. Dear Mr James, it
should be Yours sincerely
- A letter to someone you know well may end with Best wishes.
A comma after the complimentary close is optional.
8. Signature – always type your name and possibly your job title below your
handwritten signature (the so called signature block).
9. Enclosures – If there are any documents enclosed with a letter, although they
might be mentioned in the body of the letter, it is common to write Enc. or
Encl. below the signature block.

Thursday, 14 April 2011

Direct - Indirect Speech 2

I buy my dictionary at the book shop.
Answer : Linda said that she bought her dictionary at the book shop.

I doing my English homework.
Answer : She said that she was doing her English homework.

I have finished doing my reports.
Answer : John said that he had finished doing his reports.

We have been living here for three years.
Answer : He said that they had been living there for three years.

We will leave for Singapore.
Answer : Laila said that they would leave for Singapore.

Direct – Indirect Speech

Yuni said : "I was read that book"
Answer : Yuni said I have been read that book.

Monday, 14 March 2011

Curriculum Vitae

Curriculum Vitae
Contact information
Name : Rosianna Nainggolan
Address : Jl. Dr. Soetomo
Country : Indonesia
Telephone : 0214078xxxx
Cell phone : 08880810xxxx
Email : xxxx_xxxx@aaa.com
Personal information
Date of birth : May 30, 1992
Place of birth : Padang Tikar
Citizenship : Indonesia
Gender : Female
Education
Elementary School :
• SDN 02 Padang Tikar period 1998- 2000
• SDN 17 Pontianak period 2000-2004
Junior High School : SMP Negeri 02 Pontianak period 2004-2007
High school : Saint Paul Catholic High School Pontianak Period 2007-2010
University : Gunadarma University Period 2010 until now

Tuesday, 11 January 2011

Bila Wanita Melamar Pria

Y! Newsroom - Selasa, 11 Januari

Melamar dan menyatakan cinta sejak dulu merupakan dunia seorang pria. Namun mungkinkah di era modern ini, wanita yang mengambil peranan itu?

Hingga saat ini, perdebatan masih tetap terjadi. Seperti ditulis Shine, silang pendapat masih terjadi antara orang-orang yang berpandangan tradisional serta moderen.

Tasha, seorang konsultan percintaan, beranggapan bahwa melamar seorang pria adalah hal yang sangat tidak baik bagi wanita. Menurutnya hal itu justru dapat mengurangi kebahagiaan seorang wanita.

"Saat wanita mengambil peran melamar, maka mereka menutup kesempatan mereka untuk menjadi orang paling bahagia (saat dilamar)," demikian pandangan Tasha.

Masih menurut Tasha, membiarkan pasangan melamar Anda juga berarti membuatnya merasa punya peran dan arti yang besar dalam hubungan.

Ahli berpandangan moderat memiliki pendapat yang bertolak belakang dengan Tasha. Laurie Puhn, seorang pengacara sekaligus mediator pasangan, mengungkapkan bahwa seorang wanita melamar pria adalah hal yang sangat wajar.

Menurut Puhn, lamaran wanita pada pria adalah sebuah ultimatum. Hal itu juga berarti sang wanita ingin mengetahui keseriusan sang pria terhadap hubungan mereka. Masih kata Puhn, di era modern ini, sudah tak jamannya lagi seorang wanita menggantungkan nasib hubungannya kepada nyali pria untuk melamar. Para wanita pun berhak memiliki kesempatan untuk memilih pria terbaik untuk hidupnya.

Paul A. Falzone, CEO eLove, perusahaan biro jodoh online ternama berusaha menarik garis tengah dari kedua pendapat yang bertolak belakang tadi. Menurutnya, lamaran yang dilakukan seorang wanita terhadap pasangannya bukanlah hal yang tabu. Namun sang wanita juga harus melihat karakter pria yang menjadi pendampingnya.

Jika si pria berpandangan modern, sang wanita bisa langsung mengutarakan pendapatnya dengan gamblang. Namun jika si pria berpandangan tradisional, si wanita hanya perlu memberikan 'sinyal-sinyal' yang menyatakan bahwa ia siap dilamar dan melangkah maju dalam hubungan cintanya. Biarkan si pria tetap menjadi eksekutornya.

Menurut Anda bagaimana?

oleh : Ayu Kinanti
Sumber : http://id.news.yahoo.com/yn/20110111/tls-bila-wanita-melamar-pria-692ef6f.html

Multicultural Is The Soul Of Indonesia

Cultural diversity of Indonesia is the soul of a nation, Indonesia consists of many islands and tribes so that cultures vary. Indonesia's cultural diversity be seen from the differences in language, livelihood, religion, songs, music, local clothing, customs house and many more different cultures in each region. each area is also still a lot of different cultures though still one area. Indonesia many other countries known for the diverse culture of people from many other countries came to Indonesia to enjoy the beauty of nature. They came not only to enjoy the natural beauty of course but they come also to learn the culture Indonesia. Us as a nation should be proud of our country has many cultures. But now the fact that there, instead of children of the nation is now proud of their own culture even now they are influenced by the culture that comes from outside. I think with the presence of foreign culture, the culture of Indonesia began to fade, so many cultures Indonesia are stolen by other countries. Therefore we must keep our culture in our ancestors inherited from time immemorial, so to maintain and preserve our culture, we also keep the soul of the nation Indonesia. not just the people who must consider culture, but the government also must take firm action against countries that would recognize Indonesia culture, so that Indonesia is not bad in the eyes of other countries, so that Indonesia is not considered to be countries that do not care about its own culture. Indonesia is a country that is very fortunate to blessed with a diverse culture and beautiful. In addition, we also uphold our culture by preserving the culture of our region each. With protecting and preserving our cultures means that we fought to keep the soul of nation
with the many cultures Indonesia could also benefit from the many tourists who come to be with the many cultures, Indonesia can obtain foreign exchange for the country. With the cultural diversity of Indonesia, Indonesia known as thousand island country, because every island a lot of cultural diversity. us as a nation should be proud of our country. Although, we different but we are still one people and one country. Indonesia is known as the homeland for the island and Indonesia corpulent sea stretching from Sabang to Merauke, from the many islands of Indonesia is very beautiful stretches for a diverse culture. Variety of cultures led Indonesia into a country that is very interesting. Indonesia's cultural diversity can serve as a better value to Indonesia in the eyes of the international. Indonesia is a country that has a variety of cultures, religions, languages, indigenous customs, tribal and more. As a child of our nation must maintain and protect our nation from the threat of other countries who want to destroy our culture. In addition, we also uphold our culture by preserving the culture of our region each. If a partner with the Batak greeting hit hard, for them for granted and may be polite, but not necessarily the case for the Solo. Solo people may have a wrong perception of them and assume that the Batak people had a rough temperament, when in fact not the case.

Kebudayaan Masyarakat Batak ( Manusia Dan Kebudayaan)

SEJARAH
Kerajaan Batak didirikan oleh seorang Raja dalam negeri Toba sila-silahi (silalahi) lua’ Baligi (Luat Balige), kampung Parsoluhan, suku Pohan. Raja yang bersangkutan adalah Raja Kesaktian yang bernama Alang Pardoksi (Pardosi). Masa kejayaan kerajaan Batak dipimpin oleh raja yang bernama. Sultan Maharaja Bongsu pada tahun 1054 Hijriyah berhasil memakmurkan negerinya dengan berbagai kebijakan politiknya.

DESKRIPSI LOKASI
Suku bangsa Batak dari Pulau Sumatra Utara. Daerah asal kediaman orang Batak dikenal dengan Daratan Tinggi Karo, Kangkat Hulu, Deli Hulu, Serdang Hulu, Simalungun, Toba, Mandailing dan Tapanuli Tengah. Daerah ini dilalui oleh rangkaian Bukit Barisan di daerah Sumatra Utara dan terdapat sebuah danau besar dengan nama Danau Toba yang menjadi orang Batak. Dilihat dari wilayah administrative, mereka mendiami wilayah beberapa Kabupaten atau bagaian dari wilayah Sumatra Utara. Yaitu Kabupaten Karo, Simalungun, Dairi, Tapanuli Utara, dan Asahan.

UNSUR BUDAYA

A. Bahasa
Dalam kehidupan dan pergaulan sehari-hari, orang Batak menggunakan beberapa logat, ialah: (1)Logat Karo yang dipakai oleh orang Karo; (2) Logat Pakpak yang dipakai oleh Pakpak; (3) Logat Simalungun yang dipakai oleh Simalungun; (4) Logat Toba yang dipakai oleh orang Toba, Angkola dan Mandailing.

B. Pengetahuan
Orang Batak juga mengenal sistem gotong-royong kuno dalam hal bercocok tanam. Dalam bahasa Karo aktivitas itu disebut Raron, sedangkan dalam bahasa Toba hal itu disebut Marsiurupan. Sekelompok orang tetangga atau kerabat dekat bersama-sama mengerjakan tanah dan masing-masing anggota secara bergiliran. Raron itu merupakan satu pranata yang keanggotaannya sangat sukarela dan lamanya berdiri tergantung kepada persetujuan pesertanya.

C. Teknologi
Masyarakat Batak telah mengenal dan mempergunakan alat-alat sederhana yang dipergunakan untuk bercocok tanam dalam kehidupannya. Seperti cangkul, bajak (tenggala dalam bahasa Karo), tongkat tunggal (engkol dalam bahasa Karo), sabit (sabi-sabi) atau ani-ani. Masyarakat Batak juga memiliki senjata tradisional yaitu, piso surit (sejenis belati), piso gajah dompak (sebilah keris yang panjang), hujur (sejenis tombak), podang (sejenis pedang panjang). Unsur teknologi lainnya yaitukain ulos yang merupakan kain tenunan yang mempunyai banyak fungsi dalam kehidupan adat Batak.

D. Organisasi Sosial
a. Perkawinan
Pada tradisi suku Batak seseorang hanya bisa menikah dengan orang Batak yang berbeda klan sehingga jika ada yang menikah dia harus mencari pasangan hidup dari marga lain selain marganya. Apabila yang menikah adalah seseorang yang bukan dari suku Batak maka dia harus diadopsi oleh salah satu marga Batak (berbeda klan). Acara tersebut dilanjutkan dengan prosesi perkawinan yang dilakukan di gereja karena mayoritas penduduk Batak beragama Kristen.
Untuk mahar perkawinan-saudara mempelai wanita yang sudah menikah.

b. Kekerabatan
Kelompok kekerabatan suku bangsa Batak berdiam di daerah pedesaan yang disebut Huta atau Kuta menurut istilah Karo. Biasanya satu Huta didiami oleh keluarga dari satu marga.Ada pula kelompok kerabat yang disebut marga taneh yaitu kelompok pariteral keturunan pendiri dari Kuta. Marga tersebut terikat oleh simbol-simbol tertentu misalnya nama marga. Klen kecil tadi merupakan kerabat patrilineal yang masih berdiam dalam satu kawasan. Sebaliknya klen besar yang anggotanya sdah banyak hidup tersebar sehingga tidak saling kenal tetapi mereka dapat mengenali anggotanya melalui nama marga yang selalu disertakan dibelakang nama kecilnya, Stratifikasi sosial orang Batak didasarkan pada empat prinsip yaitu : (a) perbedaan tigkat umur, (b) perbedaan pangkat dan jabatan, (c) perbedaan sifat keaslian dan (d) status kawin.

E. Mata Pencaharian
Pada umumnya masyarakat batak bercocok tanam padi di sawah dan ladang. Lahan didapat dari pembagian yang didasarkan marga. Setiap kelurga mandapat tanah tadi tetapi tidak boleh menjualnya. Selain tanah ulayat adapun tanah yang dimiliki perseorangan .
Perternakan juga salah satu mata pencaharian suku batak antara lain perternakan kerbau, sapi, babi, kambing, ayam, dan bebek. Penangkapan ikan dilakukan sebagian penduduk disekitar danau Toba.
Sektor kerajinan juga berkembang. Misalnya tenun, anyaman rotan, ukiran kayu, temmbikar, yang ada kaitanya dengan pariwisata.

F. Religi
Pada abad 19 agama islam masuk daerah penyebaranya meliputi batak selatan . Agama kristen masuk sekitar tahun 1863 dan penyebaranya meliputi batak utara. Walaupun d emikian banyak sekali masyarakat batak didaerah pedesaan yang masih mmpertahankan konsep asli religi pendduk batak. Orang batak mempunyai konsepsi bahwa alam semesta beserta isinya diciptakan oleh Debeta Mula Jadi Na Balon dan bertempat tinggal diatas langit dan mempunyai nama-nama sesuai dengan tugasnya dan kedudukanya . Debeta Mula Jadi Na Balon : bertempat tinggal dilangit dan merupakan maha pencipta; Siloan Na Balom: berkedudukan sebagai penguasa dunia mahluk halus. Dalam hubungannya dengan roh dan jiwa orang batak mengenal tiga konsep yaitu : Tondi: jiwa atau roh; Sahala : jiwa atau roh kekuatan yang dimiliki seseorang; Begu : Tondinya orang yang sudah mati. Orang batak juga percaya akan kekuatan sakti dari jimat yang disebut Tongkal.

G. Kesenian
Seni Tari yaitu Tari Tor-tor (bersifat magis); Tari serampang dua belas (bersifat hiburan). Alat Musik tradisional : Gong; Saga-saga. Hasil kerajinan tenun dari suku batak adalah kain ulos. Kain ini selalu ditampilkan dalam upacara perkawinan, mendirikan rumah, upacara kematian, penyerahan harta warisan, menyambut tamu yang dihormati dan upacara menari Tor-tor. Kain adat sesuai dengan sistem keyakinan yang diwariskan nenek moyang .

NILAI BUDAYA

1. Kekerabatan
Nilai kekerabatan masyarakat Batak utamanya terwujud dalam pelaksanaan adat Dalian Na Talu, dimana seseorang harus mencari jodoh diluar kelompoknya, orang-orang dalam satu kelompok saling menyebut Sabutuha (bersaudara), untuk kelompok yang menerima gadis untuk diperistri disebut Hula-hula. Kelompok yang memberikan gadis disebut Boru.
2. Hagabeon
Nilai budaya yang bermakna harapan panjang umur, beranak, bercucu banyak, dan yang baik-baik.
3. Hamoraan
Nilai kehormatan suku Batak yang terletak pada keseimbangan aspek spiritual dan meterial.
4. Uhum dan ugari
Nilai uhum orang Batak tercermin pada kesungguhan dalam menegakkan keadilan sedangkan ugari terlihat dalam kesetiaan akan sebuah janji.
5. Pengayoman
Pengayoman wajib diberikan terhadap lingkungan masyarakat, tugas tersebut di emban oleh tiga unsur Dalihan Na Tolu.
6. Marsisarian
Suatu nilai yang berarti saling mengerti, menghargai, dan saling membantu.

ASPEK PEMBANGUNAN
Aspek pembangunan dari suku Batak yaitu masuknya sistem sekolah dan timbulnya kesempatan untuk memperoleh prestise social. Terjadinya jaringan hubungan kekerabatan yang berdasarkan adat dapat berjalan dengan baik. Adat itu sendiri bagi orang Batak adalah suci. Melupakan adat dianggap sangat berbahaya.

Pengakuan hubungan darah dan perkawinan memperkuat tali hubungan dalam kehidupan sehari-hari. Saling tolong menolong antara kerabat dalam dunia dagang dan dalam lapangan ditengah kehidupan kota modern umum terlihat dikalangan orang Batak. Keketatan jaringan kekerabatan yang mengelilingi mereka itulah yang memberi mereka keuletan yang luar biasa dalam menjawab berbagai tantangan dalam abad ini.

sumber : http://de-kill.blogspot.com/2009/04/budaya-suku-batak.html

Cinta Kasih Erotis

Cinta kasih kesaudaraan merupakan cinta kasih antar orang-orang yang sama-sama sebanding. Sedangkan cinta kasih ibu merupakan cinta kasih terhadap orang-orang yang lemah tanpa daya. Walaupun terdapat perbedaan besar antara kedua jenis tersebut, kedua-duanya adalah mempunyai kesamaan bahwa pada hakekatnya cinta kasih tidak terbatas kepada seseorang. Berlawanan dengan kedua jenis cinta kasih tersebut adalah cinta kasih erotis, yaitu kehausan akan penyatauan yang sempurna, akan penyatuan seseornag dengan yang lain.
Pertama-tama cinta kasih erotis kerap kali dicampurbaurkan dengan pengalaman yang eksplosif berupa jatuh cinta, yaitu keruntuhan tiba-tiba tembok yang sampai waktu itu terdpat diantara dua orang yang asing atau satu sama lain. Tetapi seperti yang telah dikatakan terlebih dahulu, pengalaman intimidasi, kemesraan yang tiba-tiba ini pada hakekatnya hanyalah sementara saja. Bilamana orang asing tadi telah menjadi sesorang yang diketahui secara intim, takada lagi rintangan yang harus diatasi, tidak ada lagi kemesraan tiba-tiba yang harus diperjuangkan. Pribadi yang dicintai telah dipahami ornag sperti dirinya sendiri. Atau barang kali harus dikatakan “kurang” dipahami seperti dirinya sendiri.
Cinta kasih dapat merangasang keinginan untuk berstu seksual. Dalam hal itu, hubungan fisis tadi tidak memperlihatkan sifat-sifat yang rakus atau serakah dalam keinginan untuk menaklukan atau untuk ditaklukan, tetapi akan tercampur dengan kehalusan betindak serta kemesraan. Apabila cinta kasih erotis tidak juga merupakan cinta kasih kesadaran. Ia hanya akan membawa kita kepada penyatuan yang bersifat orgiatis (pesta pora) dan sementara saja.
Dengan demikian maka, baik pandangan bahwa cinta kasih erotis merupakan atraksi individual belaka maupun pandangan bahwa cinta kasih eerotis itu tidak lain dari pada perbuatan kemajuan, kedua-duanya benar, atau lebih tepat jika dikatakan bahwa tidak terdapat pada yang satu, juga tidak ada pada orang lain. Oleh karena itu, gagasan bahwa hubungan pernikahan mudah saja dapat diputuskan apabila orang tidak tersukses didalamnya, merupakan gagasan yang sama sekali keliru dengan gagasan bahwa hubungan semacam itu. Didalam keadaan bagaimanapun, tidak boleh diputuskan.

Belas Kasihan

Dalam surat yohanes dijelaskan ada 3 macam cinta. Cinta AGAPE ialah cinta manusia kepada Tuhan. Cinta Philia ialah cinta kepada ibu bapak (orang tua) dan saudara. Dan ketiga cinta Amor/eros ialah cinta antara pria dan wanita. Beda antara cinta eros dan amor ini ialah cintaa\ eros karena kodrati sebagai laki-laki dan perempuan, sedangkan cinta amor karena unsur-unsur yang sulit dinanar, misalny gadis normal yang cantik mencintai dan mau dinikahi oleh seorang pemuda yang kerdil.
Disamping itu masih ada cinta lagi yaitu cinta kepada sesama. Cinta terhadap sesame merupakan perpaduan antara cinta AGAPE dan cinta Philia.
Dalam cinta sesama ini dipergunakan istilah belas kasihan karena cinta disini bukan karena cakepnya, kayanya, cantiknya, pandainya, melainkan karena penderitaanya. Penderitaan ini mengandung arti yang luas. Mungkin tua, sakit-sakitan, yatim, yatim piatu, penyakit yang dideritanya dsb.
Jadi kata kasihan atau rahmah berarti bersimpati kepada nasib atau keadaan yang diderita orang lain.

Cinta Menurut Ajaran Agama

Ada yang berpendapat bahwa etika cinta dapat dipahami dengan mudah tanpa dikaitkan dengan tetapi dalam kenyataan hidup manusia masih mendambakan tegaknya cinta dalam kehidupan ini. Disuatu pihak, cinta didengungkan lewat lagu dan organisasi perdamaian dunia, tetapi dipihak lain dalam praktek kehidupan cinta sebagai dasar kehidupan jauh dari kenyataan. Atas dasar ini, agama memberikan ajaran cinta kepada manusia.
Cinta Diri
Cinta diri erat dengan kaitannya dengan dorongan menjaga diri. Manusia senang untuk tetap hidup, mengembangkan potensi dirinya, dan mengaktualisasi diri. Pun ia mencintai segala sesuatu yang mendatangkan kebaikan pada dirinya. Sebaliknya ia membenci segala sesuatu yang menghalanginya untuk hidup, berkembang dan mengaktualisasi diri.
Cinta kepada sesama manusia
Agar manusia dapat hidup dengan penuh keserasian dan keharmonisan dengan manusia lainnya, tidak boleh tidak ia harus membatasi cintanya pada diri sendiri dan egosimenya. Pun hendaknya ia menyeimbangan cintanya itu dengan cinta kasih dan kasih sayang pada orang-orang lain. Bekerja sama dengan dan memberi bantuan kepada orang lain.
Cinta seksual
Cinta erat kaitannya dengan dorongan seksual. Sebab ialah berkerja dalam melestarikan kasih sayang, keserasian, dan kerja sama antara suami dan isteri. Yang merupakan factor yang primer bagi kelangsungaa keluarga. Dorongan seksual merupakan suatu fungsi penting yaitu melahirkan demi kelangsungan jenis. Lewat dorongan seksualah berbentuk keluarga. Dari keluarga terbentuk masyarakat dan bangsa. Dengan demikian bumi pun menjadi ramai, bangsa–bangsa saling kenal mengenal, kebudayaan berkembang, dan ilmu pengetahuan dan industry menjadi maju.

Cinta Kebapakan
Mengingat bahwa antara anak-anak dan ayahnya tidak terjalin oleh ikatan-ikatan fisiologis seperti yang menghubungkan si ibu dengan anak-anaknya, maka para ahli ilmu jiwa modern berpendapat bahwa dorongan kebapakan bukan dorongan fisiologis seperti hal nya dorongan keibuan, melainkan dorongan psikis. Dorongan ini Nampak jelas dalam cinta bapak kepada anak-anaknya, karena mereka sumber kesenangan dan kegembiraan baginya, sumber kekuatan dan kebanggaan dan merupakan factor penting bagi kelangsungan peran bapak dan kehidupan dan tetap terkenangnya dia setelah dia meninggal dunia.

Cinta kepada ALLAH
Puncak cinta manusia, yang paling bening, jernih dan spiritual ialah cintanya kepada ALLAH dan kerinduannya kepada-Nya. Tidak hanya dalam pujian dan doa saja tetapi juga dalam semua tindakan dan tingkah lakunya. Semua tingkah laku dan tindakannya di tunjukan kepada ALLAH, menghrapkan penerimaan dan berkat-Nya.

MANUSIA DAN CINTA KASIH

Pengertian Cinta Kasih

Menurut kamus umum bahasa Indonesia, cinta adalah rasa sangat suka atau rasa sayang. Sedang kan kasih artinya perasaan sayang atau cinta kepada atau menaruh belas kasihan. Dengan demikian arti cinta dan kasih hampir bersamaan, sehingga kata kasih memperkuat rasa cinta. Karna itu cinta kasih dapat diartikan sebagai perasaan suka (sayang) kepada seseorang yang disertai dengan menaruh belas kasihan.
Walaupun cinta kasih mengandung arti hamper bersamaan, namun terdapat perbedaan juga antara keduanya. Cinta lebih mengandung pengertian mendalamnya rasa, sedangkan kasih lebih keluarnya; dengan kata lain bersumber dari cinta yang mendalam itulah kasih dapat diwujudkan secara nyata.
Cinta memang peranan yang penting dalam kehidupan manusia, sebab cinta merupakan landasan dalam kehidupan perkawinan, pembentukan keluarga dan pemeliharaan anak, hubungan yang erat dimasyarakat dan hubungan manusiawi yang akrab. Demikian pula cinta adalah pengikat yang kokoh antara manusia dengan Tuhannya sehingga manusia menyembah Tuhan dengan ikhlas, mengikuti perintah-Nya dan berpegang teguh pada syariat-Nya.
Dalam bukunya seni mecinta, Erich Fromm menyebutkan, bahwa cinta itu terutama member, buakn menerima. Dan memebri merupakan ungkapan yang paling tinggi dari kemampuan. Yang paling penting dalam member adalah hal – hal yang sifatnya manusiawi, bukan materi. Cinta selalu menyatakan unsur-unsur dasar tertentu, yaitu pengasuhan, tanggung jawab, perhatian dan pengenalan. Pada pengasuhan contoh yang paling menonjol adalah cinta seorang ibu kepada anaknya; bagaimana seotang ibu dengan rasa cinta kasihnya mengasuh anaknya dengan sepenuh hati. Sednagkan dengan tanggung jawab dalam arti benar adalah sesuatu tindakan yang sama sekali suka rela yang dalam kasus hubungan ibu dan anak bayinya menunjukan penyelenggaraan atas hubungan fisik. Unsur yang ketiga adalah perhatian yang bearti memperhatikan bahwa pribadi lain itu hendaknya berkembang dan membuka diri sebagaimana adanya. Yang kempat adalah adalah pengenalan yang merupakan keinginan untuk mengetahui rahasia manusia. Dengan keempat unsur tersebut, yaitu pengasuhan, tanggung jawab, perhatian dan pengenalan, suatu cinta dapat dibina secara baik.
Pengertian tentang cinta dikemukakan juga oleh DR Sarlito W. Sarwono. Dikatakannya bahwa cinta memiliki tiga unsur yaitu keterikatan, keintiman, dan kemesraan. Keterikatan adalah adanya perasaan untuk hanya bersama dia, segala prioritas untuk dia, tidak mau pergi dengan orang lain kecuali dengan dia. Unsur kedua adalah keintiman yaitu, adanya kebiasaan-kebiasaan dan tingkah laku yang menunjukan bahwa antara anda dengan dia sudah tidak ada jarak lagi. Unsur yang ketiga kemesraan yaitu, adanya rasa ingin dibelai, rasa kangen kalau jauh atau lama tidak bertemu, adanya ucapan-ucapanyang mengungkapkan rasa sayang dan seterusnya.