Ada yang berpendapat bahwa etika cinta dapat dipahami dengan mudah tanpa dikaitkan dengan tetapi dalam kenyataan hidup manusia masih mendambakan tegaknya cinta dalam kehidupan ini. Disuatu pihak, cinta didengungkan lewat lagu dan organisasi perdamaian dunia, tetapi dipihak lain dalam praktek kehidupan cinta sebagai dasar kehidupan jauh dari kenyataan. Atas dasar ini, agama memberikan ajaran cinta kepada manusia.
Cinta Diri
Cinta diri erat dengan kaitannya dengan dorongan menjaga diri. Manusia senang untuk tetap hidup, mengembangkan potensi dirinya, dan mengaktualisasi diri. Pun ia mencintai segala sesuatu yang mendatangkan kebaikan pada dirinya. Sebaliknya ia membenci segala sesuatu yang menghalanginya untuk hidup, berkembang dan mengaktualisasi diri.
Cinta kepada sesama manusia
Agar manusia dapat hidup dengan penuh keserasian dan keharmonisan dengan manusia lainnya, tidak boleh tidak ia harus membatasi cintanya pada diri sendiri dan egosimenya. Pun hendaknya ia menyeimbangan cintanya itu dengan cinta kasih dan kasih sayang pada orang-orang lain. Bekerja sama dengan dan memberi bantuan kepada orang lain.
Cinta seksual
Cinta erat kaitannya dengan dorongan seksual. Sebab ialah berkerja dalam melestarikan kasih sayang, keserasian, dan kerja sama antara suami dan isteri. Yang merupakan factor yang primer bagi kelangsungaa keluarga. Dorongan seksual merupakan suatu fungsi penting yaitu melahirkan demi kelangsungan jenis. Lewat dorongan seksualah berbentuk keluarga. Dari keluarga terbentuk masyarakat dan bangsa. Dengan demikian bumi pun menjadi ramai, bangsa–bangsa saling kenal mengenal, kebudayaan berkembang, dan ilmu pengetahuan dan industry menjadi maju.
Cinta Kebapakan
Mengingat bahwa antara anak-anak dan ayahnya tidak terjalin oleh ikatan-ikatan fisiologis seperti yang menghubungkan si ibu dengan anak-anaknya, maka para ahli ilmu jiwa modern berpendapat bahwa dorongan kebapakan bukan dorongan fisiologis seperti hal nya dorongan keibuan, melainkan dorongan psikis. Dorongan ini Nampak jelas dalam cinta bapak kepada anak-anaknya, karena mereka sumber kesenangan dan kegembiraan baginya, sumber kekuatan dan kebanggaan dan merupakan factor penting bagi kelangsungan peran bapak dan kehidupan dan tetap terkenangnya dia setelah dia meninggal dunia.
Cinta kepada ALLAH
Puncak cinta manusia, yang paling bening, jernih dan spiritual ialah cintanya kepada ALLAH dan kerinduannya kepada-Nya. Tidak hanya dalam pujian dan doa saja tetapi juga dalam semua tindakan dan tingkah lakunya. Semua tingkah laku dan tindakannya di tunjukan kepada ALLAH, menghrapkan penerimaan dan berkat-Nya.
No comments:
Post a Comment