ABSTRAK
Seiring berjalannya waktu tingkat
pertumbuhan penduduk terus mengalami peningkatan. Hal ini juga sejalan dengan
kebutuhan masyarakat akan
smartphone. Yaitu bahwa kebutuhan akan telepon
smartphone. Disatu sisi hal ini akan mengakibatkan persaingan harga dikalangan
produsen smartphone tetapi
persaingan tersebut tidak sebanding dengan peningkatan dari jumlah
pendapatan konsumen, alias daya beli konsumen. Maka dari itu timbulah yang
namanya pembelian secara kredit. banyak badan usaha dari pihak swasta yang
menawarkan kredit barang elektronik.
Pada dasarnya Pihak swasta atau leasing adalah suatu fasilitas kredit yang
memudahkan masyarakat untuk memiliki barang elektronik yang mereka inginkan.
1. Pendahuluan
1.1 Latar Belakang Masalah
Lembaga riset Growth
for Knowledge (GfK) memproyeksikan pertumbuhan penjualan smartphone mencatat, total penjualan ponsel selama Januari -
November 2012 di Indonesia mencapai 39,2 juta unit. Sekitar 10 juta unit adalah
smartphone, harga rata-rata smartphone tahun ini sudah turun. Menjadi
Rp 2,57 juta dari Rp 2,63 juta tahun lalu. Merek telepon seluler yang beredar
di pasar saat ini 43 merek dengan perincian 15 merek global dan 28 merek lokal.
Namun sekitar 98% smartphone global
masih menguasai pasar. Smartphone lokal
cuma mengempit 2% pangsa pasar saja.
1.2 Tujuan Penelitian
Tujuan
penelitaian ini adalah (1) Mengetahui sejauh mana minat konsumen dalam membeli
sebuah smartphone secara kredit (2) Mengetahui Faktor apa saja yang mempengaruhi
perilaku konsumen (3) Mengetahui Metode apa saja yang digunakan dalam perilaku
konsumen.
2. Tinjauan Pustaka
2.1 Pengertian perilaku konsumen
Menurut Engel et al. (1994 : 3)
adalah tindakan yang langsung terlibat dalam mendapatkan, mengkonsumsi, dan
menghabiskan produk dan jasa, termasuk proses yang mendahului dan menyusul dari
tindakan ini.
Mowen (1990 : 5) mengatakan bahwa
perilaku konsumen adalah studi unit-unit dan proses pembuatan keputusan yang
terlibat dalam menerima, menggunakan dan penentuan barang, jasa, dan ide.
Difinisi tersebut menggunakan istilah unit-unit pembuat keputusan, karena
keputusan bisa dibuat oleh individu atau kelompok. Difinisi tersebut juga
mengatakan bahwa konsumsi adalah proses yang diawali dengan penerimaan,
konsumsi, dan diakhiri dengan penentuan (disposition). Tahap penerimaan
menganalisa faktor-faktor yang mempengaruhi pilihan konsumen terhadap produk,
tahap konsumsi menganalisa bagaimana konsumen senyatanya menggunakan produk
yang diperoleh. Tahap penentuan menunjukkan apa yang dilakukan konsumen setelah
selesai menggunakan produk tersebut.
2.2 Pendekatan dalam meneliti perilaku
konsumen
Terdapat tiga pendekatan utama dalam
meneliti perilaku konsumen. Pendekatan pertama adalah pendekatan interpretif. Pendekatan
ini menggali secara mendalam perilaku konsumsi dan hal yang mendasarinya. Studi
dilakukan dengan melalui wawancara panjang dan focus group discussion
untuk memahami apa makna sebuah produk dan jasa bagi konsumen dan apa yang dirasakan dan dialami konsumen
ketika membeli dan menggunakannya.
Pendekatan ke dua adalah pendekatan
tradisional yang didasari pada teori dan metode dari ilmu psikologi
kognitif, sosial, dan behaviorial serta dari ilmu sosiologi.
Pendekatan ini bertujuan mengembangkan teori dan metode untuk menjelaskan
perilaku dan pembuatan keputusan konsumen. Studi dilakukan melalui eksperimen
dan survei untuk menguji coba teori dan mencari pemahaman tentang bagaimana
seorang konsumen memproses informasi, membuat keputusan, serta pengaruh
lingkungan sosial terhadap perilaku konsumen.
Pendekatan ke tiga disebut sebagai
sains pemasaran yang didasari pada teori dan metode dari ilmu
ekonomi dan statistika. Pendekatan ini dilakukan dengan mengembangkan
dan menguji coba model matematika berdasarkan hierarki kebutuhan manusia menurut Abraham
Maslow untuk memprediksi pengaruh strategi marketing terhadap pilihan dan
pola konsumsi, yang dikenal dengan sebutan moving rate analysis.
Ketiga pendekatan sama-sama memiliki
nilai dan tinggi dan memberikan pemahaman atas perilaku konsumen dan strategi
marketing dari sudut pandang dan tingkatan analisis yang berbeda. Sebuah
perusahaan dapat saja menggunakan salah satu atau seluruh pendekatan,
tergantung permasalahan yang dihadapi perusahaan tersebut
3. Metodologi Penelitian
Data atau sumber penelitian diambil
dari data yang telah ada ( data sekunder )
4. Pembahasan
Keputusan konsumen
untuk melakukan pembelian secara kredit bisa terjadi akibat faktor biaya maupun
pengaruh dari penjual. Pengaruh dari penjual sendiri biasanya terjadi
ketika konsumen sudah punya cukup uang untuk melakukan pembelian. Tetapi
penjual dengan segala bujuk rayunya mengusahakan konsumen melakukan secara
kredit. Faktor biaya, faktor ini adalah faktor yang menjadi hal utama
konsumen melakukan pembelian secara kredit. Selain itu ada juga konsumen yang
memang tergolong memiliki pendapatan yang cukup untuk melakukan pembelian
secara tunai, tetapi memilih kredit karena ada kebutuhan lain yang harus di penuhi. Terkait
dengan biaya maka kebanyakan konsumen melakukan pembelian secara kredit adalah
konsumen yang tergolong mempunyai pendapatan kelas menengah.
Berdasarkan landasan
teori, ada dua faktor dasar yang mempengaruhi perilaku konsumen dibedakan
menjadi 2 bagian yaitu faktor-faktor yang berasal dari dalam diri pribadi
seorang konsumen dan faktor-faktor yang berasal dari lingkungan sekitar seorang
konsumen. Adapun yang mempengaruhi faktor-faktor perilaku konsumen antara lain,
kekuatan social budaya terdiri dari factor budaya, tingkat social, kelompok
anutan ( small reference groups) dan keluarga. Sedangkan kekuatan psikologis
terdiri dari pengalaman belajar, kepribadian, sikap dan keyakinan.Menganalisis
perilaku konsumen akan berhasil apabila kita dapat memahami aspek-aspek
psikologis manusia secara keseluruhan. Perilaku konsumen adalah proses dan
aktivitas ketika seseorang berhubungan dengan pencarian, pemilihan, pembelian,
penggunaan serta pengevaluasian produk dan jasa demi memenuhi kebutuhan dan
keinginan.
5. Kesimpulan
perilaku konsumen yang
dilakukan individu maupun kelompok yang berhubungan dengan proses pengambilan
keputusan dalam mendapatkan, menggunakan barang dan jasa dipengaruhi oleh
beberapa faktor dan struktur itu sendiri. Adapun juga tingkat keterlibatan
diferensiasi merek juga dapat mempengaruhi seorang konsumen dalam pengambilan
keputusan pembelian suatu produk. Variabel pemikiran konsumen adalah faktor
kognitip yang mempengaruhi pengambilan keputusan. Tiga tipe variable pemikiran
berperan secara esensial dalam pengambilan keputusan, antara lain persepsi
karateristik merk, sikaplanjutan terhadap merk dan manfaat keinginan
konsumen.Ini merupakan juga hasil akhir proses konsumen keputusan konsumen.
6. Daftar Pustaka
http://industri.kontan.co.id/news/penjualan-ponsel-tumbuh-44-tahun-depan/2012/12/29
http://puriindahlestari-puri.blogspot.com/2009/11/perilaku-konsumen.html
http://www.slideshare.net/heribertusdwi/faktor-faktor-yang-mempengaruhi-perilaku-konsumen-dalam-pembelian-suatu-produk