Saturday, 20 October 2012

YATIM PIATU (Puisi)

YATIM PIATU…..
Hidup seorang diri……
Mengarungi dunia seorang diri
Begitu penuh dengan bermacam-macam manusia
Selalu berfikir bagaimana hari-hari yang akan dilewati

Menunggu siapa yang dapat membantu
Seribu kreatifitas dilakukan untuk menjalani hidup
Terkadang berfikir apakah nanti malam dapat makan
Bagaimana besok jadi orang sukses

Kehilangan seorang ayah…….
Kehilangan seorang ibu……….
Membuat seorang yatim piatu menjadi seorang yang tegar
Untuk menjalani hidupnya hari demi hari yang berganti dan berlalu
Kehilangan telah membuat yatim piatu menjadi seorang yang gagah


sumber : nursitha.wordpress.com/2007/06/20/yatim-piatu/

Ketika Dia Datang


Written by : ENDAH SETYO LARAS

Dalam takdir, setiap insan cinta adalah sesuatu makna yang luas, cinta itu mengagumkan bahkan terkadang membosankan. Cinta itu indah namun cinta juga bisa menyakitkan. Berat rasanya menggambarkan apa itu cinta dalam kehidupan kita.
Di suatu malam yang kelabu, udara seperti berhenti bergerak, lampu kota menghiasi setiap sudut kota.
Di luar kerumunan orang banyak terlihat 2 insan yang sedang dimabuk cinta. Canda tawanya terdengar seperti kecerian kecerian, namun canda tawa itu tak berlangsung lama, lelaki itu, dia tampaknya ingin bicara sesuatu pada kekasihnya. Ntah apa yang membuatnya melakukan hal yang seperti itu, dia berkata jujur kepada kekasihnya bahwa ia sudah menemukan cinta yang baru, memang dia harus jujur sekarang, karna cepat atau lambat kekasihnya harus tau kenyataan ini. Lintang, gadis manis yang menjadi kekasih lelaki itu, hanya bisa terdiam, menundukan wajahnya ke tanah, seakan ia tak percaya ini sedang terjadi padanya, 4 tahun yang sudah dilalui bersamanya kini terbuang sia-sia karna orang ke 3 yang masuk dalam hubungannya.
Air mata terus menetes, tangan mengepal, kini ia merasakan sakit yang teramat dalam. Rasa sayang yang dulu ia miliki kini berubah menjadi rasa benci yang teramat dalam. Lintang tidak bisa menahan dirinya untuk bisa tetap duduk di sampingnya, ia memutuskan untuk pergi menjauhinya. Tak lama kemudian sosoknya hilang di balik keramaian, laki-laki itu hanya bisa diam mematung tanpa bisa berbuat apapun untuk menahan gadis itu.
Hari-hari yang dilalui Lintang memang cukup berat, seusai kuliahnya, ia lebih memilih untuk mengurung diri di kamar menumpahkan rasa sakitnya ke dalam buku berwarna biru muda, terkadang juga ia meneteskan darah dari hidungnya. Setiap hari ia terus saja melakukan hal yang sama seperti itu, rasa sakit yang teramat dalam yang membuatnya seperti ini, dia bagaikan jiwa tanpa nyawa, kesadarannya seakan hilang.
Disuatu pagi yang tenang Lintang menyusuri pinggiran jalan kota, mengharapkan keberkahan pagi yang ceria setelah merasakan sakit pada malam itu, malam yang tak bisa ia lupakan.
Dia berusaha mencari ketenangan untuk mengalihkan pikirannya yang 'over mind'. Dia memilih duduk di cafe di pinggiran jalan baraja, ya ini tempat dimana ia sering bercanda gurau dengannya, namun kini ia telah pergi.
Cafe yang cukup sederhana namun terlihat terkesan berkelas dengan tanaman edelweis putih dan mawar-mawar di jendela cafe itu, serta lilin tamaram yang menghiasi setiap meja yang menambah kesan romantika di dalamnya.
Setelah memesan, ia membuka buku berwarna biru muda tersebut yang menjadi buku diarynya.
Memang kelihatannya usang, namun cukup berarti baginya. Lembaran-lembaran usang ia perhatikan, dia ingat kenangan-kenangan di dalamnya yang begitu berarti.
Jika waktu dapat terulang, ingin rasanya mengapus kenangan itu dari perjalanan hidupnya, tetapi bagaimanapun juga kenangan itu kembali terulang bahkan bisa dibilang menetap di memorinya.

“Ketika ia lihat lelaki itu bersama kekasihnya yang baru,” “ketika ia lihat lelaki itu bergurau dengan kekasihnya.” “Ketika ia dengar lelaki itu menelepon kekasihnya.”
ketika. .Ketika. .Ketika
seberapa banyak kata 'ketika' yang ingin dia hapus dari catatannya itu? Terlalu banyak kata 'ketika' yang membuatnya sesak, membuatnya menangis, membuatnya hampir tidak mengenari dirinya sendiri.

Dia terdiam sedih di cafe itu dengan ditemani secangkir kopi hangat pesanannya. Tak terasa air matanya seketika jatuh di meja kayu itu.
"maaf mungkin kau butuh ini" laki-laki yang sedari tadi duduk membelakanginya, memberikan uluran tangan yang menyodorkan sebuah sapu tangan abu-abu terlhat lumayan kusam.
Lintang sepertinya teringat sesuatu pada sapu tangan itu, tapi apa?

"terimakasih" dia mengambil sapu tangan dari tangan laki-laki itu.
"namaku galang" lelaki itu mulai memperkenalkan namanya terlebih dahulu.
"galang, aku lintang" jawabnya sembari menghapus air matanya.
"maaf aku sudah mengganggumu"
"tidak apa-apa, aku sedang merenung menikmati suasana di sini"
"begitu ya, kalau tidak salah kau mahasiswa semester 6 kedokteran UI bukan?"
"bagaimana kau tau? Kau juga kuliah disana?"
"tidak, aku tahu karna kakaku juga kuliah disana"
"begitu" Lintang tampaknya tidak ingin tahu tentang kakanya, memang sebenarnya dia juga ada rasa penasaran tentang kakanya.
Obrolan itupun menjadi awal pertemuan mereka berdua yang tak terfikirkan sebelumnya kalau mereka bisa sampai ke tahap ini.
Ya tahap pacaran. Mereka berdua memutuskan berpacaran setelah kurang lebih menjalani kedekatan ini selama 3 bulan terakhir.
Dia memang lelaki sempurna, tampan, cukup sukses untuk ukuran laki-laki berumur 20 tahun yang menjadi owner cafe yang berdiri di jalan Baraja itu.
Tak hanya kemapanan, tetapi dia pandai, pandai membuat kekasihnya tenang, selain itu juga dia pandai menyembunyikan identitas kakanya yang Lintang tak tahu darinya.

10 bulan mereka menjalani tahap ini, kesedihan Lintang berangsur-angsur surut dari benak hatinya,
pagi itu pagi yang cukup indah, mereka duduk berdua di bangku taman menikmati burung-burung yang sedang bercanda gurau.
Kepala Lintang mulai direbahkan di bahu Galang, "kau kenapa?" tanya lelaki itu, matanya melihat Lintang yang sedang menghembuskan nafas panjang.
"tak terasa kita sejauh ini, aku ingat ketika hari ulang tahunmu, waktu itu aku tidak menyangka kau suka kue tiramisu" jawab nada rendah dari gadis itu.
" kue tiramisu itu bisa membuat rasa sakitku hilang ditambah jika kau yang menemaniku makan kue itu, itu bisa membuatku tenang. " mata lelaki itu tampak berkaca-kaca, seakan tak ingin semuanya hilang, ia menutupkan bola matanya, menahan air mata yang ingin menetes.

**--**
sementara lelaki yang telah menyakiti perasaan Lintang kini tengah berada di dalam cafe Baraja, melihat kekasih barunya yang sedang asyik mengobrol dengan lelaki lain, ia melihat dari kejauhan dan berusaha mendekati kekasihnya.
"hah? Gilang? Dia itu cuma gue manfaatin doang, aku hanya suka kamu sayang" gadis bernama Lisa itu berkata dengan bangganya kepada lelaki yang duduk di depannya. "cewek berengsek gue sekarang tahu akal liciknya, dia bisa-bisanya selingkuh di belakang gue, kenapa gue setotol ini! Gue ninggalin Lintang hanya untuk Lisa?" Gilang berkata dalam hati.
Langsung dia berjalan menghampiri meja kekasihnya itu.
"oh jadi gini kelakuan lo!" Gilang tampak terlihat kesal "gu. .gue bisa jelasin Lang" suara terbata-bata keluar dari mulut Lisa "nyesel gue sama lo!" Gilang pergi dari tempat itu, menghilang di keramaian orang banyak.
tampaknya karma sedang terjadi padanya. Dia terus memikirkan kalau dia harus meminta maaf kepada Lintang yang telah ia sakiti waktu itu.
**--**
malam itu Lintang menerima telepon, mulutnya tebuka menganga, air matanya menetes, ia menerima kabar soal Galang, Galang terkena musibah, motor yang dikendarainya menabrak sisi jalan yang membuatnya koma. Berhari-hari Lintang menemani Galang di rumah sakit, namun Galang hanya bisa membuka mata dan mulutnya.
**--**
Hari ini, hari yang cukup istimewa bagi pasangan kekasih itu, hari anniversary Lintang dengan Galang.
Memang di hari anniversary yang pertama ini tidak terlalu baik, dengan keadaan Galang yang terbaring lemah di rumah sakit.
Pagi ini Lintang membawakan kue tiramisu dan bubur ayam bandung kesukaan Galang. Semua kesukannya ini mengingatkan sesuatu pada laki-laki yang telah melukainya, namun ia tak mau ambil susah.

"Galang.. Bangun sayang, aku bawa apa tebak?"
Galang menengokkan kepalanya ke arah Lintang, dia masih belum bisa bicara.
"aku membawakan kue tiramisu kesukaanmu, kau pernah bilang rasa sakitmu hilang jika ada aku dan tiramisu ini kan?" seyum gadis itu melebar, seyum yang selalu Galang inginkan, namun Galang tetap mematung.

Sudah 4 hari ini dia diam seperti itu, namun gadis yang ada di sampingnya tak henti-henti menghibur hatinya. Dia selalu menemani Galang disaat ia membutuhkannya. Setiap hari gadis itu selalu membacakan novel kesukaannya, 'kisah totto-chan' yang ceria, yang membuatnya senang, memang dalam benak hati Galang sangat senang bisa menjadi kekasih gadis itu.
Namun Lintang merasa ini adalah kewajibanku sebagai orang yang ada di dekat Galang. Ia merasa bimbang, adakah rasa sayang? Dia tak bisa membedakan rasa sayang dan rasa kasihan.
Separah inikah Lintang diam-diam mengkhianati Galang yang tebaring lemah di ranjang.A itu?
Dia berusa menahan air matanya namun ia tidak bisa, ia lebih memilih untuk meninggalkan Galang sejak, karna ia tau jika ia menangis itu hanya menambah kesedihan yang sedang Galang rasakan.
**--**
sementara Gilang mantan kekasih Lintang, terpikir untuk menemui adiknya yang sudah 1 bulang di rumah sakit, ia berniat untuk membawakan kue tiramisu kesukaan adiknya itu, Gilang sangat menyayangi adik laki-lakinya itu, sesampai di rumah sakit gilang membuka pintu bernomor 24-C , dimana adiknya terbaring di kamar itu, ia melihat di samping tempat tidur adiknya terdapat kue tiramisu, gilang tak mau ambil pusing, mungkin itu hanya kue tiramisu dari temannya.
Sampai ketika, suara orang membukakan pintu terdengar, ia tersentak kaget. Dia melihat gadis yang telah disakitinya masuk ke kamar adiknya.
**--**
Lintang tampaknya sekarang sudah bisa mengendalikan air matanya, ia berniat untuk menemui galang kembali, tapi dia malah meneteskan air matanya kembali melihat lelaki yang dulu telah melukainya.
"mau apa kau kemari! Ada urusan apa kau kemari!" nada pelan namun terdengar kesal dari mulut Lintang.
"dia adikku, Lintang kau mau memaafkanku"
Lintang belum sempat menjawab.

Tiba-tiba perhatian mereka berpaling ke arah Galang yang terbangun dari tidurnya,
"kaka? Lintang? Kalian kenapa? Kalian itu pasangan serasi. Kaka? Aku iri padamu, aku iri kau bisa mendapatkan pasangan seperti Lintang, aku iri ka, kau bisa bertahan dengannya selama 4 tahun, sedangkan aku? Aku hanya satu tahun"
Lintang terus saja menangis air matanya terus mengalir, ia tak bisa menahan kesedihan ini, tangan kanannya menutupi mulutnya sendiri seakan tidak percaya akan hal ini. Sementara gilang hanya bisa diam mematung.

"kaka? Aku ingin kau menjaga Lintang lagi, jangan kau sakiti lagi, aku tidak tahan dengan dengan keadaan ini, keadaan yang harus memilih antara kaka kandungku dengan orang yang ku cintai" mata Galang terpejam.
Bunyi bising terdengar dari alat yang berada di samping tempat tidurnya.
Kesedihan Lintang kali ini tidak dapat terbendung lagi ia menghampiri Galang dan memeluk Galang ia berharap Galang akan terbangun dari tidur yang panjang ini.
Namun takdir ini tak bisa terhindarkan, Galang telah kembali ke sisi-NYA , yang ia bisa lakukan hanyalah menangisi Galang tanpa henti.


**--tamat--**

Makna Kasih Erotis

Cinta Kasih Erotis
Cinta kasih kesaudaraan merupakan cinta kasih antara orang-orang yang sama-sama sebanding, sedangkan cinta kasih ibu merupakan cinta kasih terhadap orang-orang yang lemah tanpa daya. Walaupun terdapat perbedaan besar antara kedua jenis tersebut, Kedua-duanya mempunyai kesamaan bahwa pada hakekatnya cinta kasih tidak terbatas kepada seseorang saja. Berlawan dengan kedua jenis cinta kasih tersebut ialah cinta kasih erotis, yaitu kehausan akan penyatuan akan penyatuan yang sempurna, akan penyatuan dengan seseorang. Pada hakekatnya cinta kasih tersebut bersifat bersifat ekslusif, bukan universal, dan juga barangkali merupakan bentuk cinta kasih yang paling tidak dapat dipercaya.

sumber : http://www.ujank.web.id/Coretan-Tugas/manusia-dan-cinta-kasih.html

Makna Belas Kasih

Belas Kasihan
Dalam cinta sesama ini dipergunakan istilah belas kasih, karena cinta disini bukan karena cakapnya, kayanya, cantiknya, pandainya, melainkan karena penderitaanya. Penderitaan ini mengandung arti luas. Mungkin tua, sakit-sakitan, yatim piatu, penyakit yang dideritanya,dan sebagainya. Perbuatan atau sifat menaruh belas kasihan adalah orang yang berakhlak, manusia mempunyai potensi untuk berbelas kasihan. Masalahnya sanggupkah ia menggugah potensi belas kasihnya itu. Bila orang itu tergugah hatinya maka berarti orang berbudi dan terpujilah oleh Allah

sumber : http://www.ujank.web.id/Coretan-Tugas/manusia-dan-cinta-kasih.html

Makna Pemujaan

PEMUJAAN
Pemujaan berasal dari kata puja yang berarti penghormatan atau tempat memuja kepada dewa – dewa atau berhala. Dalam perkembangannya kemudian pujaan ditujukan kepada orang yang dicintai, pahlawan dan Tuhan YME. Pemujaan kepada Tuhan adalah perwujudan cinta manusia kepada Tuhan, karena merupakan inti , nilai dan makna dari kehidupan yang sebenarnya.
Cara Pemujaan dalam kehidupan manusia terdapat berbagai perbedaan sesuai dengan ajaran agama, kepercayaan, kondisi dan situasi. Tempat pemujaan merupakan tempat komunikasi manusia dengan Tuhan. Berbagai seni sebagai manifestasi pemujaan merupakan suatu tambahan tersendiri dalam terciptanya kehidupan yang lebih indah.

sumber :arikaka.com/bab-iii-manusia-dan-cinta-kasih/

Makna Kemesraan

KEMESRAAN
Kemesraan berasal dari kata mesra yang berarti erat atau karib sehingga kemesraan berarti hal yang menggambarkan keadaan sangat erat atau karib. Kemesraan juga bersumber dari cinta kasih dan merupakan realisasi nyata. Kemesraan dapat diartikan sama dengan kekerabatan, keakraban yang dilandasi rasa cinta dan kasih.
Tingkatan kemesraan dapat dibedakan berdasarkan umur, yaitu:
Kemesraan dalam Tingkat Remaja, terjadi dalam masa puber atau genetal pubertas yaitu dimana masa remaja memiliki kematangan organ kelamin yang menyebabkan dorongan seksualitasnya kuat.
Kemesraan dalam Rumah Tangga, terjadi antara pasangan suami istri dalam perkawinan. Biasanya pada tahun tahun wal perkawinan, kemesraan masih sangat terasa, namun bisa sudah agak lama biasanya semakin berkurang.
Kemesraan Manusia Usia Lanjut, Kemsraan bagi manusia berbeda dengan pada usia sebelumnya. Pada masa ini diwujudkan dengan jalan – jalan dan sebagainya.

sumber : arikaka.com/bab-iii-manusia-dan-cinta-kasih/

Makna Kasih Sayang

KASIH SAYANG

Erich Fromm (1983:54) dalam bukunya Semi Mencintai mengemukakan tentang adanya macam macam cinta, yaitu:

Cinta Persaudaraan, diwujudkan manusia dalam tingkah atau perbuatannya. Cinta persaudraan tidak mengenal adanya batas – batas manusia berdasarkan SARA.
Cinta Keibuan, kasih sayang yang bersumber pada cinta seorang ibu terhadap anaknya.
Cinta Erotis, kasih sayang yang bersumber dai cinta erotis (birahi) merupakan sesuatu yang sifatnya khusus sehingga memperdayakan cinta yang sesunguhnya. Namun, bila orang yang melakukan hubungan erotis tanpa disadari rasa cinta, di dalamnya sama sekali tidak mungkin timbul rasa kasih sayang.
Cinta Diri Sendiri, yaitu bersumber dai diri sendiri. CInta diri sendiri bernilai positif jika mengandung makna bahwa seseorang dapat mengurus dirinya dalam kebutuhan jasmani dan rohani.
Cinta Terhadap Allah

sumber : arikaka.com/bab-iii-manusia-dan-cinta-kasih/

Manusia Dan Kebudayaan

Manusia dan kebudayaan sangat erat terkait satu sama lain. Manusia dan kebudayaan merupakan salah satu ikatan yang tak bisa dipisahkan dalam kehidupan ini. Manusia sebagai makhluk Tuhan yang paling sempurna menciptakan kebudayaan mereka sendiri dan melestarikannya secara turun menurun. Budaya tercipta dari kegiatan sehari-hari dan juga dari kejadian-kejadian yang sudah diatur oleh Sang Pencipta.

Budaya tercipta/terwujud merupakan hasil dari interaksi antara manusia dengan segala isi yang ada di alam raya ini. Manusia di ciptakan oleh tuhan dengan dibekali oleh akal pikiran sehingga mampu untuk berkarya di muka bumi ini dan secara hakikatnya menjadi khalifah di muka bumi ini. Di samping itu manusia juga memiliki akal, intelegensia, intuisi, perasaan, emosi, kemauan, fantasi dan perilaku.Dengan semua kemampuan yang dimiliki oleh manusia maka manusia bisa menciptakan kebudayaan. Ada hubungan dialektika antara manusia dan kebudayaan. Kebudayaan adalah produk manusia, namun manusia itu sendiri adalah produk kebudayaan. Dengan kata lain, kebudayaan ada karena manusia yang menciptakannya dan manusia dapat hidup ditengah kebudayaan yang diciptakannya. Kebudayaan akan terus hidup manakala ada manusia sebagai pendudukungnya Manusia.

MANUSIA

Dipandang dari segi ilmu eksakta, manusia adalah kumpulan dari partikel-partikel atom yang membentuk jaringan system yang dimiliki oleh manusia ( ilmu kimia ).Manusia merupakan kumpulan dari berbagai sistem fisik yang saling terkait satusama lain dan merupakan kumpulan dari energi ( ilmu fisika ). Manusia merupakan mahluk biologis yang tergolong dalam golongan mahluk mamalia ( biologi ). Dalam ilmu-ilmu sosial, manusia merupakan mahluk yang ingin memperoleh keuntungan atu selalu memperhitungkan setiap kegiatan, sering disebut homo economicus ( ilmu ekonomi ). Manusia merupakan mahluk sosial yang tidak dapat berdiri sendiri ( sosiologi ), mahluk yang selalu ingin mempunyai kekuasaan( politik ). Dan lain sebagainya.

Manusia diciptakan oleh Tuhan sebagai makhluk hidup yang paling sempurna, melebihi ciptaan Tuhan yang lain. Manusia terdiri dari jiwa dan raga yang dilengkapi dengan akal pikiran serta hawa nafsu. menanamkan akal dan pikiran kepada manusia agar dapat digunakan untuk kebaikan mereka masing – masing dan untuk orang di sekitar mereka. Manusia diberikan hawa nafsu agar mampu tetap hidup di bumi ini.Manusia diturunkan ke bumi oleh Tuhan agar dapat menjadi khalifah dan pemimpin. Menghuni bumi yang kita tinggali sekarang ini untuk melanjutkan hidup sebelum kembali kepada-Nya. Salah satu hakekat manusia lainnya ialah manusia sebagai makhluk sosial, hidup berdampingan satu sama lain, berinteraksi dan saling berbagi.

KEBUDAYAAN

Kebudayaan berasal dari kata budaya yang berarti hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Definisi Kebudyaan itu sendiri adalah sesuatu yang akan mempengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Namun kebudayaan juga dapat kita nikmati dengan panca indera kita. Lagu, tari, dan bahasa merupakan salah satu bentuk kebudayaan yang dapat kita rasakan.

Banyak pakar dalam bidang sosial mendefinisikan kebudayaan secara istilah, diantaranya dua antropolog Melville J. Herkovits dan Bronislaw Malinowski yang mengemukakan bahwa Cultural Determinism berarti segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Herkovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain (superorganic). Karena pengertian kebudayaan meliputi berbagai bidang, maka sulit ditentukan arti dari kebudayaan. Contohnya dalam keseharian, istilah kebudayaan diartikan dengan kesenian, entah seni suara, tari, wayang, dsb. Beberapa definisi Kebudayaan yang di kemukakan oleh beberapa ahli :

Ki Hajar Dewantara Kebudayaan berarti buah budi manusia adalah hasil perjuangan manusia terhadap dua pengaruh kuat, yakni zaman dan alam yang merupakan bukti kejayaan hidup manusia untuk mengatasi berbagai rintangan dan kesukaran didalam hidup dan penghidupannya guna mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang pada lahirnya bersifat tertib dan damai.
Edward B. Taylor Kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang didalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adapt istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat oleh seseorang sebagai anggota masyarakat.
William H. HavilandKebudayaan adalah seperangkat peraturan dan norma yang dimiliki bersama oleh para anggota masyarakat, yang jika dilaksanakan oleh para anggotanya akan melahirkan perilaku yang dipandang layak dan dapat di tarima ole semua masyarakat.

Bounded et.al Kebudayaan adalah sesuatu yang terbentuk oleh pengembangan dan transmisi dari kepercayaan manusia melalui simbol-simbol tertentu, misalnya simbol bahasa sebagai rangkaian simbol yang digunakan untuk mengalihkan keyakinan budaya di antara para anggota suatu masyarakat. Pesan-pesan tentang kebudayaan yang di harapkan dapat di temukan di dalam media, pemerintahan, intitusi agama, sistem pendidikan dan semacam itu.

Kamus Umum Bahasa Indonesia (Badudu- Zain)Kebudayaan adalah, 1 segala sesuatu yang dilakukan oleh manusia sebagai hasil pemikiran dan akal budinya; 2 peradaban sebagai hasil akal budi manusia; 3 ilmu pengetahuan manusia sebagai mahluk sosial yang dimanfaatkan untuk kehidupannya dan memberikan manfaat kepadanya.

Kebudayaan juga merupakan sistem nilai dan gagasan utama yang vital karena memberikan pola untuk bertingkah laku kepada masyarakatnya atau memberi seperangkat model untuk bertingkah laku. Pada hakekatnya sistem nilai dan gagasan utama ini diperinci oleh sistem ideologi, sistem sosial, dan sistem teknologi. Sistem ideologi meliputi etika, norma, adat istiadat, peraturan hukum yang berfungsi sebagai pengarahan untuk sistem sosial dan berupa interpretasi operasional dari sistem nilai dan gagasan utama. Sistem sosial meliputi hubungan dan kegiatan sosial di dalam masyarakat, baik dengan kerabat, masyarakat luas, bahkan pemimpin. Sistem teknologi meliputi segala perhatian serta penggunaannya.

Tiga Wujud Kebudayaan Menurut Dimensi Wujudnya
1.kompleks gagasan

2. konsep

3. pikiran manusia

Perubahan kebudayaan pada dasarnya tidak lain dari para perubahan manusia yang hidup dalam masyarakat yang menjadi wadah kebudayaan itu. Perubahan itu terjadi karena manusia mengadakan hubungan dengan manusia lainnya, atau karena hubungan antara kelompok manusia dalam masyarakat. Tidak ada kebudayaan yanga statis, setiap perubahan kebudayaan mempunyai dinamika, mengalami perubahan; perubahan itu akibat dari perubahan masyarakat yang menjadi wadah kebudayaan tersebut.
KAITAN MANUSIA DAN KEBUDAYAAN

Secara sederhana hubungan antara manusia dan kebudayaan adalah : manusia sebagai perilaku kebudayaan, dan kebudayaan merupakan obyek yang dilaksanakan manusia. Tetapi apakah sesederhana itu hubungan keduanya ? Dalam sosiologi manusia dan kebudayaan dinilai sebagai dwitunggal, maksudnya bahwa walaupun keduanya berbeda tetapi keduanya merupakan satu kesatuan. Manusia menciptakan kebudayaan, dan setelah kebudayaan itu tercipta maka kebudayaan

*Sumber : http://ulfanurizqiindaha.blogspot.com/2011/10/manusia-dan-kebudayaan.html

Hubungan Manusia dan Cinta Kasih

Pengertian Cinta Kasih

Menurut kamus umum bahasa Indonesia, cinta adalah rasa sangat suka atau rasa sayang. Sedang kan kasih artinya perasaan sayang atau cinta kepada atau menaruh belas kasihan. Dengan demikian arti cinta dan kasih hampir bersamaan, sehingga kata kasih memperkuat rasa cinta. Karna itu cinta kasih dapat diartikan sebagai perasaan suka (sayang) kepada seseorang yang disertai dengan menaruh belas kasihan.
Walaupun cinta kasih mengandung arti hamper bersamaan, namun terdapat perbedaan juga antara keduanya. Cinta lebih mengandung pengertian mendalamnya rasa, sedangkan kasih lebih keluarnya; dengan kata lain bersumber dari cinta yang mendalam itulah kasih dapat diwujudkan secara nyata.
Cinta memang peranan yang penting dalam kehidupan manusia, sebab cinta merupakan landasan dalam kehidupan perkawinan, pembentukan keluarga dan pemeliharaan anak, hubungan yang erat dimasyarakat dan hubungan manusiawi yang akrab. Demikian pula cinta adalah pengikat yang kokoh antara manusia dengan Tuhannya sehingga manusia menyembah Tuhan dengan ikhlas, mengikuti perintah-Nya dan berpegang teguh pada syariat-Nya.
Dalam bukunya seni mecinta, Erich Fromm menyebutkan, bahwa cinta itu terutama member, buakn menerima. Dan memebri merupakan ungkapan yang paling tinggi dari kemampuan. Yang paling penting dalam member adalah hal – hal yang sifatnya manusiawi, bukan materi. Cinta selalu menyatakan unsur-unsur dasar tertentu, yaitu pengasuhan, tanggung jawab, perhatian dan pengenalan. Pada pengasuhan contoh yang paling menonjol adalah cinta seorang ibu kepada anaknya; bagaimana seotang ibu dengan rasa cinta kasihnya mengasuh anaknya dengan sepenuh hati. Sednagkan dengan tanggung jawab dalam arti benar adalah sesuatu tindakan yang sama sekali suka rela yang dalam kasus hubungan ibu dan anak bayinya menunjukan penyelenggaraan atas hubungan fisik. Unsur yang ketiga adalah perhatian yang bearti memperhatikan bahwa pribadi lain itu hendaknya berkembang dan membuka diri sebagaimana adanya. Yang kempat adalah adalah pengenalan yang merupakan keinginan untuk mengetahui rahasia manusia. Dengan keempat unsur tersebut, yaitu pengasuhan, tanggung jawab, perhatian dan pengenalan, suatu cinta dapat dibina secara baik.
Pengertian tentang cinta dikemukakan juga oleh DR Sarlito W. Sarwono. Dikatakannya bahwa cinta memiliki tiga unsur yaitu keterikatan, keintiman, dan kemesraan. Keterikatan adalah adanya perasaan untuk hanya bersama dia, segala prioritas untuk dia, tidak mau pergi dengan orang lain kecuali dengan dia. Unsur kedua adalah keintiman yaitu, adanya kebiasaan-kebiasaan dan tingkah laku yang menunjukan bahwa antara anda dengan dia sudah tidak ada jarak lagi. Unsur yang ketiga kemesraan yaitu, adanya rasa ingin dibelai, rasa kangen kalau jauh atau lama tidak bertemu, adanya ucapan-ucapanyang mengungkapkan rasa sayang dan seterusnya.

Wujud Kebudayaan

SEJARAH BUDAYA BATAK
Kerajaan Batak didirikan oleh seorang Raja dalam negeri Toba sila-silahi (silalahi) lua’ Baligi (Luat Balige), kampung Parsoluhan, suku Pohan. Raja yang bersangkutan adalah Raja Kesaktian yang bernama Alang Pardoksi (Pardosi). Masa kejayaan kerajaan Batak dipimpin oleh raja yang bernama. Sultan Maharaja Bongsu pada tahun 1054 Hijriyah berhasil memakmurkan negerinya dengan berbagai kebijakan politiknya.

DESKRIPSI LOKASI
Suku bangsa Batak dari Pulau Sumatra Utara. Daerah asal kediaman orang Batak dikenal dengan Daratan Tinggi Karo, Kangkat Hulu, Deli Hulu, Serdang Hulu, Simalungun, Toba, Mandailing dan Tapanuli Tengah. Daerah ini dilalui oleh rangkaian Bukit Barisan di daerah Sumatra Utara dan terdapat sebuah danau besar dengan nama Danau Toba yang menjadi orang Batak. Dilihat dari wilayah administrative, mereka mendiami wilayah beberapa Kabupaten atau bagaian dari wilayah Sumatra Utara. Yaitu Kabupaten Karo, Simalungun, Dairi, Tapanuli Utara, dan Asahan.

UNSUR BUDAYA

A. Bahasa
Dalam kehidupan dan pergaulan sehari-hari, orang Batak menggunakan beberapa logat, ialah: (1)Logat Karo yang dipakai oleh orang Karo; (2) Logat Pakpak yang dipakai oleh Pakpak; (3) Logat Simalungun yang dipakai oleh Simalungun; (4) Logat Toba yang dipakai oleh orang Toba, Angkola dan Mandailing.

B. Pengetahuan
Orang Batak juga mengenal sistem gotong-royong kuno dalam hal bercocok tanam. Dalam bahasa Karo aktivitas itu disebut Raron, sedangkan dalam bahasa Toba hal itu disebut Marsiurupan. Sekelompok orang tetangga atau kerabat dekat bersama-sama mengerjakan tanah dan masing-masing anggota secara bergiliran. Raron itu merupakan satu pranata yang keanggotaannya sangat sukarela dan lamanya berdiri tergantung kepada persetujuan pesertanya.

C. Teknologi
Masyarakat Batak telah mengenal dan mempergunakan alat-alat sederhana yang dipergunakan untuk bercocok tanam dalam kehidupannya. Seperti cangkul, bajak (tenggala dalam bahasa Karo), tongkat tunggal (engkol dalam bahasa Karo), sabit (sabi-sabi) atau ani-ani. Masyarakat Batak juga memiliki senjata tradisional yaitu, piso surit (sejenis belati), piso gajah dompak (sebilah keris yang panjang), hujur (sejenis tombak), podang (sejenis pedang panjang). Unsur teknologi lainnya yaitukain ulos yang merupakan kain tenunan yang mempunyai banyak fungsi dalam kehidupan adat Batak.

D. Organisasi Sosial
a. Perkawinan
Pada tradisi suku Batak seseorang hanya bisa menikah dengan orang Batak yang berbeda klan sehingga jika ada yang menikah dia harus mencari pasangan hidup dari marga lain selain marganya. Apabila yang menikah adalah seseorang yang bukan dari suku Batak maka dia harus diadopsi oleh salah satu marga Batak (berbeda klan). Acara tersebut dilanjutkan dengan prosesi perkawinan yang dilakukan di gereja karena mayoritas penduduk Batak beragama Kristen.
Untuk mahar perkawinan-saudara mempelai wanita yang sudah menikah.

b. Kekerabatan
Kelompok kekerabatan suku bangsa Batak berdiam di daerah pedesaan yang disebut Huta atau Kuta menurut istilah Karo. Biasanya satu Huta didiami oleh keluarga dari satu marga.Ada pula kelompok kerabat yang disebut marga taneh yaitu kelompok pariteral keturunan pendiri dari Kuta. Marga tersebut terikat oleh simbol-simbol tertentu misalnya nama marga. Klen kecil tadi merupakan kerabat patrilineal yang masih berdiam dalam satu kawasan. Sebaliknya klen besar yang anggotanya sdah banyak hidup tersebar sehingga tidak saling kenal tetapi mereka dapat mengenali anggotanya melalui nama marga yang selalu disertakan dibelakang nama kecilnya, Stratifikasi sosial orang Batak didasarkan pada empat prinsip yaitu : (a) perbedaan tigkat umur, (b) perbedaan pangkat dan jabatan, (c) perbedaan sifat keaslian dan (d) status kawin.

E. Mata Pencaharian
Pada umumnya masyarakat batak bercocok tanam padi di sawah dan ladang. Lahan didapat dari pembagian yang didasarkan marga. Setiap kelurga mandapat tanah tadi tetapi tidak boleh menjualnya. Selain tanah ulayat adapun tanah yang dimiliki perseorangan .
Perternakan juga salah satu mata pencaharian suku batak antara lain perternakan kerbau, sapi, babi, kambing, ayam, dan bebek. Penangkapan ikan dilakukan sebagian penduduk disekitar danau Toba.
Sektor kerajinan juga berkembang. Misalnya tenun, anyaman rotan, ukiran kayu, temmbikar, yang ada kaitanya dengan pariwisata.

F. Religi
Pada abad 19 agama islam masuk daerah penyebaranya meliputi batak selatan . Agama kristen masuk sekitar tahun 1863 dan penyebaranya meliputi batak utara. Walaupun d emikian banyak sekali masyarakat batak didaerah pedesaan yang masih mmpertahankan konsep asli religi pendduk batak. Orang batak mempunyai konsepsi bahwa alam semesta beserta isinya diciptakan oleh Debeta Mula Jadi Na Balon dan bertempat tinggal diatas langit dan mempunyai nama-nama sesuai dengan tugasnya dan kedudukanya . Debeta Mula Jadi Na Balon : bertempat tinggal dilangit dan merupakan maha pencipta; Siloan Na Balom: berkedudukan sebagai penguasa dunia mahluk halus. Dalam hubungannya dengan roh dan jiwa orang batak mengenal tiga konsep yaitu : Tondi: jiwa atau roh; Sahala : jiwa atau roh kekuatan yang dimiliki seseorang; Begu : Tondinya orang yang sudah mati. Orang batak juga percaya akan kekuatan sakti dari jimat yang disebut Tongkal.

G. Kesenian
Seni Tari yaitu Tari Tor-tor (bersifat magis); Tari serampang dua belas (bersifat hiburan). Alat Musik tradisional : Gong; Saga-saga. Hasil kerajinan tenun dari suku batak adalah kain ulos. Kain ini selalu ditampilkan dalam upacara perkawinan, mendirikan rumah, upacara kematian, penyerahan harta warisan, menyambut tamu yang dihormati dan upacara menari Tor-tor. Kain adat sesuai dengan sistem keyakinan yang diwariskan nenek moyang .

NILAI BUDAYA

1. Kekerabatan
Nilai kekerabatan masyarakat Batak utamanya terwujud dalam pelaksanaan adat Dalian Na Talu, dimana seseorang harus mencari jodoh diluar kelompoknya, orang-orang dalam satu kelompok saling menyebut Sabutuha (bersaudara), untuk kelompok yang menerima gadis untuk diperistri disebut Hula-hula. Kelompok yang memberikan gadis disebut Boru.
2. Hagabeon
Nilai budaya yang bermakna harapan panjang umur, beranak, bercucu banyak, dan yang baik-baik.
3. Hamoraan
Nilai kehormatan suku Batak yang terletak pada keseimbangan aspek spiritual dan meterial.
4. Uhum dan ugari
Nilai uhum orang Batak tercermin pada kesungguhan dalam menegakkan keadilan sedangkan ugari terlihat dalam kesetiaan akan sebuah janji.
5. Pengayoman
Pengayoman wajib diberikan terhadap lingkungan masyarakat, tugas tersebut di emban oleh tiga unsur Dalihan Na Tolu.
6. Marsisarian
Suatu nilai yang berarti saling mengerti, menghargai, dan saling membantu.

ASPEK PEMBANGUNAN
Aspek pembangunan dari suku Batak yaitu masuknya sistem sekolah dan timbulnya kesempatan untuk memperoleh prestise social. Terjadinya jaringan hubungan kekerabatan yang berdasarkan adat dapat berjalan dengan baik. Adat itu sendiri bagi orang Batak adalah suci. Melupakan adat dianggap sangat berbahaya.

Pengakuan hubungan darah dan perkawinan memperkuat tali hubungan dalam kehidupan sehari-hari. Saling tolong menolong antara kerabat dalam dunia dagang dan dalam lapangan ditengah kehidupan kota modern umum terlihat dikalangan orang Batak. Keketatan jaringan kekerabatan yang mengelilingi mereka itulah yang memberi mereka keuletan yang luar biasa dalam menjawab berbagai tantangan dalam abad ini.



REFERENSI : http://de-kill.blogspot.com/2009/04/budaya-suku-batak.html

Wednesday, 10 October 2012

SEGMENTASI PASAR

Manajemen Pemasaran. Definisi Segmentasi Pasar Swastha & Handoko (1997) mengartikan segmentasi pasar sebagai kegiatan membagi–bagi pasar/market yang bersifat heterogen kedalam satuan–satuan pasar yang bersifat homogen.
Sedangkan definisi yang diberikan oleh Pride & Ferrel (1995) mengatakan bahwa segmentasi pasar adalah suatu proses membagi pasar ke dalam segmen-segmen pelanggan potensial dengan kesamaan karakteristik yang menunjukkan adanya kesamaan perilaku pembeli.
Di lain pihak Pride & Ferrel (1995) mendefinisikan segmentasi pasar sebagai suatu proses pembagian pasar keseluruhan menjadi kelompok–kelompok pasar yang terdiri dari orang–orang yang secara relatif memiliki kebutuhan produk yang serupa. Ada lagi pendapat Swastha & Handoko (1987) yang merumuskan segmentasi pasar adalah suatu tindakan membagi pasar menjadi segmen–segmen pasar tertentu yang dijadikan sasaran penjualan yang akan dicapai dengan marketing mix.
Menurut Kotler, Bowen dan Makens (2002, p.254) pasar terdiri dari pembeli dan pembeli berbeda-beda dalam berbagai hal yang bisa membeli dalam keinginan, sumber daya, lokasi, sikap membeli, dan kebiasaan membeli. Karena masing-masing memiliki kebutuhan dan keinginan yang unik, masing-masing pembeli merupakan pasar potensial tersendiri. Oleh sebab itu penjual idealnya mendisain program pemasarannya tersendiri bagi masing-masing pembeli. Segmentasi yang lengkap membutuhkan biaya yang tinggi, dan kebanyakan pelanggan tidak dapat membeli produk yang benar-benar disesuaikan dengan kebutuhan. Untuk itu, perusahaan mencari kelas-kelas pembeli yang lebih besar dengan kebutuhan produk atau tanggapan membeli yang berbeda-beda. Segmen pasar terdiri dari kelompok pelanggan yang memiliki seperangkat keinginan yang sama (Kotler, 2005, p.307.
Manfaat dan Kelemahan Segmentasi Banyaknya perusahaan yang melakukan segmentasi pasar atas dasar pengelompokkan variabel tertentu. Dengan menggolongkan atau mensegmentasikan pasar seperti itu, dapat dikatakan bahwa secara umum perusahaan mempunyai motivasi untuk mempertahankan dan meningkatkan tingkat penjualan dan yang lebih penting lagi agar operasi perusahaan dalam jangka panjang dapat berkelanjutan dan kompetitif (Porter, 1991). Manfaat yang lain dengan dilakukannya segmentasi pasar, antara lain:
1. Perusahaan akan dapat mendeteksi secara dini dan tepat mengenai kecenderungan-kecenderungan dalam pasar yang senantiasa berubah.
2. Dapat mendesign produk yang benar-benar sesuai dengan permintaan pasar.
3. Dapat menentukan kampanye dan periklanan yang paling efektif.
4. Dapat mengarahkan dana promosi yang tersedia melalui media yang tepat bagi segmen yang diperkirakan akan menghasilkan keuntungan yang lebih besar.
5. Dapat digunakan untuk mengukur usaha promosi sesuai dengan masa atau periode-periode dimana reaksi pasar cukup besar. Gitosudarmo (2000) menambahkan manfaat segmentasi pasar ini, sebagai berikut :
1. Dapat membedakan antara segmen yang satu dengan segmen lainnya.
2. Dapat digunakan untuk mengetahui sifat masing-masing segmen.
3. Dapat digunakan untuk mencari segmen mana yang potensinya paling besar.
4. Dapat digunakan untuk memilih segmen mana yang akan dijadikan pasar sasaran Sekalipun tindakan segmentasi memiliki sederetan keuntungan dan manfaat, namun juga mengandung sejumlah resiko yang sekaligus merupakan kelemahan-kelemahan dari tindakan segmentasi itu sendiri, antara lain:
a. Biaya produksi akan lebih tinggi, karena jangka waktu proses produksi lebih pendek.
b. Biaya penelitian/ riset pasar akan bertambah searah dengan banyaknya ragam dan macam segmen pasar yang ditetapkan.
c. Biaya promosi akan menjadi lebih tinggi, ketika sejumlah media tidak menyediakan diskon.
d. Kemungkinan akan menghadapi pesaing yang membidik segmen serupa. Bahkan mungkin akan terjadi persaingan yang tidak sehat, misalnya kanibalisme sesama produsen untuk produk dan segmen yang sama.
Hal-hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Melakukan Segmentasi
Pengusaha yang melakukan segmentasi pasar akan berusaha mengelompokkan konsumen kedalam beberapa segmen yang secara relatif memiliki sifat-sifat homogen dan kemudian memperlakukan masing-masing segmen dengan cara atau pelayanan yang berbeda. Seberapa jauh pengelompokkan itu harus dilakukan, nampaknya banyak faktor yang terlebih dahulu perlu dicermati. Faktor-faktor tersebut antara lain sebagai berikut:
1. Variabel-Variabel Segmentasi Sebagaimana diketahui bahwa konsumen memiliki berbagai dimensi yang dapat digunakan sebagai dasar untuk melakukan segmentasi pasar. Penggunaan dasar segmentasi yang tepat dan berdaya guna akan lebih dapat menjamin keberhasilan suatu rencana strategis pemasaran. Salah satu dimensi yang dipandang memiliki peranan utama dalam menentukan segmentasi pasar adalah variabel-variabel yang terkandung dalam segmentasi itu sendiri, dan oleh sebab ituperlu dipelajari. Dalam hubungan ini Kotler (1995) mengklasifikasikan jenis-jenis variabel segmentasi sebagai berikut:
a.Segmentasi Geografi
Segmentasi ini membagi pasar menjadi unit-unit geografi yang berbeda, seperti negara, propinsi, kabupaten, kota, wilayah, daerah atau kawasan. Jadi dengan segmentasi ini, pemasar memperoleh kepastian kemana atau dimana produk ini harus dipasarkan.
b. Segmentasi Demografi
Segmentasi ini memberikan gambaran bagi pemasar kepada siapa produk ini harus ditawarkan. Jawaban atas pertanyaan kepada siapa dapat berkonotasi pada umur, jenis kelamin, jumlah anggota keluarga, siklus kehidupan keluarga seperti anak-anak, remaja, dewasa, kawin/ belum kawin, keluarga muda dengan satu anak, keluarga dengan dua anak, keluarga yang anak-anaknya sudah bekerja dan seterusnya. Dapat pula berkonotasi pada tingkat penghasilan, pendidikan, jenis pekerjaan, pengalaman, agama dan keturunan
misalnya: Jawa, Madura, Bali, Manado, Cina dan sebagainya.

c. Segmentasi Psikografi
Pada segmentasi ini pembeli dibagi menjadi kelompok-kelompok berdasarkan: 1. Status sosial, misalnya: pemimpin masyarakat, pendidik, golongan elite, golongan menengah, golongan rendah.
2. Gaya hidup misalnya: modern, tradisional, kuno, boros, hemat, mewah dan sebagainya.

3. Kepribadian, misalnya: penggemar, pecandu atau pemerhati suatu produk.
d. Segmentasi Tingkah Laku
Segmentasi tingkah laku mengelompokkan pembeli berdasarkan pada pengetahuan, sikap, penggunaan atau reaksi mereka terhadap suatu produk. Banyak pemasar yakin bahwa variabel tingkah laku merupakan awal paling baik untuk membentuk segmen pasar. Segmentasi perilaku dapat diukur menggunakan indikator sebagai berikut (Armstrong, 1997):

1. Manfaat yang dicari
Salah satu bentuk segmentasi yang ampuh adalah mengelompokkan pembeli menurut manfaat berbeda yang mereka cari dari produk. Segmentasi manfaat menuntut ditemukannya manfaat utama yang dicari orang dalam kelas produk, jenis orang yang mencari setiap manfaat dan merek utama yang mempunyai setiap manfaat. Perusahaan dapat menggunakan segmentasi manfaat untuk memperjelas segmen manfaat yang mereka inginkan, karakteristiknya serta merek utama yang bersaing. Mereka juga dapat mencari manfaat baru dan meluncurkan merek yang memberikan manfaat tersebut.
2. Status Pengguna
Pasar dapat disegmentasikan menjadi kelompok bukan pengguna, mantan pengguna, pengguna potensial, pengguna pertama kali dan pengguna regular dari suatu produk. Pengguna potensial dan pengguna regular mungkin memerlukan imbauan pemasaran yang berbeda.

3. Tingkat Pemakaian
Pasar dapat juga disegmentasikan menjadi kelompok pengguna ringan, menengah dan berat. Jumlah pengguna berat sering kali hanya persentase kecil dari seluruh pasar, tetapi menghasilkan persentase yang tinggi dari total pembelian. Pengguna produk dibagi menjadi dua bagian sama banyak, sebagian pengguna ringan dan sebagian lagi pengguna berat menurut tingkat pembelian dari produk spesifik.

4. Status Loyalitas
Sebuah pasar dapat juga disegmentasikan berdasarkan loyalitas konsumen. Konsumen dapat loyal terhadap merek, toko dan perusahaan. Pembeli dapat dibagi menjadi beberapa kelompok menurut tingkat loyalitas mereka. Beberapa konsumen benar-benar loyal, mereka selalu membeli satu macam merek. Kelompok lain agak loyal,mereka loyal pada dua merek atau lebih dari satu produk atau menyukai satu merek tetapi kadang-kadang membeli merek lain. Pembeli lain tidak menunjukkan loyalitas pada merek apapun. Mereka mungkin ingin sesuatu yang baru setiap kali atau mereka membeli apapun yang diobral.

Sumber : http://jurnal-sdm.blogspot.com/2009/07/segmentasi-pasar-definisi-manfaat-dan.html